Tuesday, 9 May 2017

Lahan Parkir Gedung Gonggong Dikuasai Oknum Aparat

Tanjungpinang, PenaOne - Terkuaknya kasus pencabulan anak 3 tahun yang dilakukan tersangka Tok alias Put tukang parkir Gedung Gonggong Taman Boenda Tepi Laut Tanjungpinang membuat geger.

Wargapun banyak mengutuk perbuatan biadab pria yang saat diringkus dalam kondisi teler itu.

Tok alias Put sudah tak asing lagi mengutip uang parkir di  kawasan Gedung Gonggong Tepi Laut ini. Namun entah apa dia berbuat nekat melakukan pencabulan terhadap sebut saja Bunga.

Aktivis Anak dan Perempuan Tanjungpinang, Kepulauan Riau Avita Ully meminta tersangka di hukuman seberat-beratnya. Pasalnya, kata dia, perbuatan tersangka mencoreng nama baik destinasi Kota Tanjungpinang.

"Pelaku harus dihukum seberat-beratnya," kata dia Selasa (9/5/2017).

Diringkusnya tersangka Tok alias Put membukanya tabir kejahatan tukang parkir disekitar tepi laut.

Dalam investigasi yang dilakukan penaone.com di lokasi  penghasilan dan setoran parkir disekitar Taman Gonggong dan Tepi Laut tidak disetor ke Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang.

Melainkan ada oknum aparat yang mengkoordinir uang parkir setoran lapak. Sehingga, hal ini cenderung membuat kerugian negara dari sektor pajak.

Menurut sumber yang dapat dipercaya, sejumlah tukang parkir harus menyetor ke oknum aparat sekitar Rp 400 hingga Rp 600 ribu perbulan ke oknum aparat tersebut.

Mereka juga tidak bisa berbuat banyak. Masalahnya aturan setoran lapak parkir itu jatah.

"Setiap bulan kami setor bang Rp 400-600 ribu perbulan," singkatnya.

Kebobolan hasil pendapatan parkir daerah yang selama ini tidak transparan dan terkesan amburadul menjadi perhatian khusus pemerintah setempat harusnya. Kendati ini sudah merugikan daerah dan hingga mengorbankan anak dibawah umur atas perbuatan biadab tersangka.

Gedung Gonggong Tanjungpinang yang setiap harinya lampu jalan dan taman baru nyala sekitar pukul 21:00 Wib harus menjadi atensi pemerintah daerah.

Masalahnya, lampu penerangan jalan adalah tanggung jawab Pemda setempat. Kendati dari pembayaran listrik rakyat dipotong PLN dan disetor ke kas daerah untuk penerangan jalan. (parlin)

Penulis: Aulia