Saturday, 20 May 2017

Warga Pertanyakan Dana Banjir Bandang Rp200 Miliar

Manado, PenaOne - Tiga tahun banjir bandang di Kota Manado, Sulawesi Utara kian menjadi tanda tanya bagi masyarakat di daerah tersebut. Kenapa tidak, banjir bandang yang terjadi pada tahun 2014 silam dan pemerintah pusat memberikan bantuan atas bancana tersebut sebesar Rp 200 Miliar, kini hanyalah harapan yang tak pasti bagi masyarakat kota Manado. Pasalnya, dana yang seharusnya mereka terima, sampai saat ini belum disalurkan.

"Masih banyak masyarakat yang belum terima dana banjir untuk bantuan membangun kembali rumah kami yang sudah rusak diterpah banjir bandang waktu lalu. Hingga saat ini bisa sekitar ratusan bahkan ribuan warga yang belum menerima dana tersebut, atau jangan-jangan diduga dana banjir untuk korban bencana untuk menutupi anggaran yang dipakai kampaye mereka pada Pilwako lalu," ungkap Donny salah satu Warga Kelurahan Dendengan Dalam, Jumat (19/05/2017).

Senada juga dikatakan warga Kelurahan Tikala Maksi. Menurutnya, rumah yang dirinya dan keluarga tempati sudah tinggal kenangan. Dari pihak pemerintah kota Manado sudah menjelaskan, dana banjir akan diterima oleh yang warga yang kena bencana banjir bandang waktu lalu.

"Tapi sampai saat ini hanya harapan hampa yang kami dapat. Kami sudah menunggu dana itu disalurkan, namun sekarang sudah tidak ada kejelasan kapan dana tersebut akan diberikan. Padahal ada dari pihak pemerintah sudah datang ukur rumah kami dan dijanjikan akan diberikan bantuan buat membangun rumah kami kembali," ungkapnya.

Tidak kalah menarik lagi dari warga Kelurahan Paal 2, Martin. Dia mengutarahkan, pihaknya belum terima dana banjir sepersen pun sampai saat ini. Kata pemerintah untuk bantuan dana banjir tahap pertama bagi yang rumahnya rusak ringan dan yang rusak berat nanti pada tahap kedua.

"Kami termasuk pada golongan rumah rusak berat dan untuk bantuan pencairan dana yang akan kami terima pada tahap dua. Namun sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pemerintah. Padahal pada kampanye waktu lalu Walikota dan wakil walikota (Wawali) Manado yang kami pilih dan sekarang sudah menjadi Walikota dan Wawali menegaskan akan percepat pencairan bantuan dana banjir untuk warga manado yang kena bencana," tuturnya.

Lanjutnya, warga saat ini merasa dikecewakan oleh janji politik Walikota dan Wawali, yang warga tahu dana sudah cair seusai dipimpin Vecky Lumentut dan Mor Bastian sebagai Walikota dan Wawali Manado dikutip mediasulut.com.

"Kami hanya berharap adanya kepedulian dari pemerintah untuk kami yang sudah berharap mendapat bantuan, tapi sampai saat ini belum ada bantuan tersebut. Jika tidak ada janji dari pemerintah kami tidak berharap lebih. Untuk itu kami hanya meminta adanya rasa ibah dari pemerintah agar dapat menyaluarkan bantuan dana banjir itu kepada warga yang belum mendapatkan dana banjir sampai saat ini," tandasnya. (bian)