Minggu, 11 Juni 2017

'98 Institut Minta Kepala BP Batam Dicopot

Sayed Junaidi Rizaldi tengah.@dok
Jakarta, PenaOne - Direktur Eksekutif '98 Institute Sayed Junaidi Rizaldi menilai ketidak mampuan Kepala Badan Pengelolaan (BP) Batam Hatanto Reksodiputro dalam mengelola BP Batam menjadi sengkarutnya berbagai persoalan di Batam.

Hatanto yang digadang-gadang bisa memulihkan kota Batam justru menjadikan Batam menjadi kian terpuruk dalam investasi dimata dunia.

"Saya kira orang yang tidak bisa menģhimbangi kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) disingkirkan saja," kata Sayed Minggu (11/6/2017).

Dalam amatannya , Jokowi merupakan orang yang cekatan dalam bekerja. Jika anak buahnya tidak bisa sejalan dengan cita-cita untuk apa dipertahankan.

"Hatanto Reksodiputro sudah dikasih kesempatan bekerja selama satu tahun lebih. Kenapa inverstor Batam justru pada kabur, ini hal yang mundur ," jelasnya.

Pak Cik sapaan akrabnya  menilai, Hatanto terlalu berharap pada masuknya perusahaan raksasa untuk berinvestasi di Batam.

Namun, dirinya tidak  menghitung terlebih dahulu secara akurat geliat kehidupan perekonomian di Batam serta perimbangan perputaran uang dipasar (daerah) mikro-menengah vs makro, terlebih lagi tidak mempelajari profil kota Batam itu seperti apa, kulturnya bagaimana, potensi yang harus di fokus itu juga apa.

"Terlalu memaksakan kehendak untuk menggunakan sistem elektronisasi tanpa memperhitungkan kapasitas/potensi Sumber Daya Manusia (SDM) internal," jelas aktivis '98 dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta ini.

Jebolan pasca sarjana politik Universitas Indonesia (UI) ini melanjutkan, Menteri Perekonomian Darmin Nasution jangan-jangan  salah memilih Hatanto menjadi Kepala BP Batam. "Macam memilih kucing dalam karung. Akhirnya, malah merepotkan kinerja presiden  juga," kata  dia.

Sebelum terlambat pak menko  Darmin sesegera mungkin mencari pengganti Kepala  BP Batam. "Pilih orang yang profesional dibidangnya. Jika perlu Kepala BP Batam diisi orang asli Melayu sehingga mengerti permasalahan yang sebenarnya. Jangan karena faktor kedekatan dan kelompok lantas dipakai jadi Kepala BP Batam," terang putra Melayu ini dengan semangat. (tim redaksi)