Selasa, 13 Juni 2017

98 Institute Minta Jokowi Copot Rudiantara

Sayed Junaidi Rizaldi
Jakarta, PenaOne - Ancaman perpecahan ditengah masyarakat akibat maraknya info hoax di dunia maya menuai reaksi keras dari Aktifis 98. Bahkan salah seorang tokoh Aktifis 98 menegaskan Presiden Jokowi untuk segera mengevaluasi kinerja Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika.

Direktur 98 Institut, Sayed Junaidi Rizaldi menilai masifnya peredaran info hoax tidak terlepas dari kurang maksimalnya kinerja Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku regulator pemerintah.

"Kebijakan-kebijakan kominfo terkait penanggulangan informasi hoax dimedia sosial tidak efektif, buktinya sampai hari ini peredaran informasi hoax masih rame dimedia sosial," ujar Sayed pada awak media di Jakarta (13/6/2017).

Lebih lanjut Sayed berpendapat, kinerja Kementerian dibawah kepemimpinan Rudiantara terkait penanggulangan pada info hoax cenderung diambil alih oleh Tim Cyber Kepolisian.

"Sejauh pengamatan saya pihak Polri lebih punya peran dalam soal penanggulangan info hoax di media sosial, akibatnya kepolisian jadi sasaran para haters sementara kominfo yang punya instrumen tekhologi untuk menangkal hoax terlihat cenderung nunggu bola, saya apresiasi kinerja kepolisian Republik Indonesia ," terang Sayed.

Selanjutnya Sayed berharap agar Presiden Jokowi segera mengevaluasi kinerja Menteri Komunikasi dan Informatika. Sebab, imbuh Sayed, jika info hoax yang selama ini beredar cukup merugikan pemerintah Jokowi.

"Saya khawatir jika kondisinya seperti ini masyarakat Indonesia yang umumnya masih awam terhasut oleh penyebar hoax dan eksesnya masyarakat menialai jelek kinerja Pemerintah Jokowi," ungkap Sayed.

Lebih jauh Sayed menduga lembeknya kinerja Kominfo terkait penanggulangan Hoax di media sosial kayak jalan di tempat.

"Jangan-jangan tidak maksimalnya kominfo menanggulangi hoax ada  agenda yg tak tampak yg sedang berjalan . Kalo memang tidak mampu atau tidak mau kerja mending Menteri Kominfo mengundurkan diri dari pada nanti jadi batu sandungan di Pemerintahan Jokowi," pungkas Sayed. (bilal)