Jumat, 02 Juni 2017

Keren, Nama IWO akan Harum di 4 Provinsi Lagi

Jakarta, PenaOne - Empat Provinsi di Indonesia akan membentuk susunan Pengurus Wilayah  (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) dalam waktu dekat ini.

Ketua umum IWO Jodhi Yudono dan Sekretaris Jenderal (Sekjend) IWO sudah menandatangi surat mandat untuk pembentukan susunan pengurus masa bakti 2017-2022 untuk 4 Provinsi sekaligus pada tanggal 31 Mei 2017.

Empat Provinsi dimaksud yakni Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Bengkulu, Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Maluku Utara.

Untuk Sumatera Barat surat mandat ditujukan kepada Erwandi Teha Redaktur www.tribunsumbar.com, Beni Okva Wakil Redaktur www.haluan.com (PT Haluan Sumbar Mandiri), Adha Putra Pemimpin Redaksi www.kabarnagari.com (PT Kabar Nagari Multimedia) dan Hendrizon Pemimpin Redaksi www.maklumatnews com.

Sementara Provinsi Bengkulu surat mandat ditujukan kepada  Jemmy Nofriansiah, Pimpinan Umum www.liputanbengkulu.com (PT Sumatera Media Perkasa Pratama), Jon Kardinat Pemimpin Redaksi  www.kupasbengkulu.com (PT  Bengkulu Rafflesia Media), dan Beni Irawan Pimpinan Umum www.garudacitizen.com (PT Garuda Citizen Idonesia).

Sedangkan, untuk penerima mandat Provinsi Sumatera Selatan adalah Sonny Kushardian Pemimpin Redaksi www.hallosumsel.com (PT Focus Cyber Media), Muhardi AAN Pemimpin Redaksi www.vivasumsel.com (PT Viva Vanessa Media Perkasa), Firwanto M Isa Pemimpin Redaksi www.pelitasumsel.com (PT Pelita Media Sumsel) dan Renaldi Djakfar Pemimpin Redaksin www.haluansumatera.com (PT Musi Intermedia Group).

Narjo Usman wartawan www.okezone.com  (PT Media Nusantara Citra),  Rahman Mustafa wartawan www.nusantaratimur.com (PT Media Nusantara Timur), Munawir Yakub wartawan www.sindoraya.com (PT Media Sindo Raya) dan Safrudin Paturusi wartawan www.indotimur.com (PT Indo Timur Media) menerima mandat untuk Provinsi Maluku Utara.

"Semoga teman-teman yang menerima mandat bisa segera menyusun kepengurusan IWO didaerahnya masing-masing. Sehingga, IWO bisa bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat," kata Sekjend IWO Witanto. (bian)