Sunday, 18 June 2017

RSUD Raden Mattaher Bantah Laporkan Pasien ke Polisi


Jambi, PenaOne - Plt Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Provinsi Jambi Iwan Hendarawan mengklarifikasi kalau ada oknum rumah sakit mengancam pasien untuk dilaporkan ke polisi oleh karena pasien tidak mampu, itu tidak benar.

"Masak kasus kayak begini, kita lapor ke polisi? Pakai ngancam-ngancam lagi, nggak ada cerita ini," kata Iwan Hendrawan saat di hubungi Minggu, (18/6/2017).

Iwan mengatakan, bahkan sebelumnya pasien yang punya hutang Rp 13 juta dari tiga tahun lalu pun tidak pernah pihak RSUD melapor ke polisi. Malah mereka melakukan advokasi terhadap pasien. Terkadang kata Iwan, pihaknya menerima alamat bodong dan pasien menghilang entah kemana.

"Orang 4 tahun lalu saja yang terdaftar piutang atau mereka ada hutang di rumah sakit pun masih ada, nggak pernah kita lapor ke polisi," terang Iwan dikutip jamberita.com.

Iwan menjelaskan, kalau memang pasien tidak mampu dia harus ada surat keterangan dari Lurah. Artinya kata Iwan tentu rumah sakit yang akan menanggung biayanya.

Selanjutnya untuk pembiayaan, kalau memang pasien uangnya tidak cukup, maka harus membuat surat pernyataan dan menyicil, itu benar. Tapi kalau untuk berlanjut ke pihak kepolisian oleh karena pasien kurang biaya, itu tidak benar.

"Kalau pasien ini umum, selain BPJS artinya dia ada nggak Jamkesda? kuata tidak punya jamkesda, kuata tidak ada pembiayaan untuk orang miskin"katanya.

"Kedua kalau dia berbicara umum, kan diobati tu, yang namanya Rp. 1,6 juta itu untuk anti bisa ular (ABU) memang mahal. Tapi itu seharga perda, lalu kalau dia tidak cukup duitnya memang disuruh buat surat pernyataan untuk menyicil. Kalau untuk lapor ke polisi itu tidak benar," tambah Iwan.

Kalau saja memang itu kebenarannya, jika ada oknum yang mengancam pasien oleh karena kurang biaya atau tidak mampu, Iwan menegaskan kepada pasien yang bersangkutan agar dapat menujukkan ciri ciri orangnya seperti apa. Maka akan segera ia tindak.

"Kita yakin se yakin yakinya, tidak ada yang namanya mengancam, kalau ada tolong kasih tahu mana orangnya,? maka akan kita tindak tegas," pungkas Iwan. (bilal)