Sunday, 23 July 2017

Buron 5 Bulan, Polresta Pekanbaru Bekuk Penusuk Ativis '98


Tersangka Idam Oktavia. @Polres Pekanbaru
Jakarta, PenaOne - Polresta Pekanbaru, Riau berhasil membekuk penusuk Aznil aktivis '98 dari Universitas Mercu Buana Jakarta dini hari tadi sekira pukul 00:55 Wib.

Penangkapan itu dibenarkan oleh Wakapolres Pekanbaru AKBP Edi Sumardi Priadinata saat dikontak Redaksi PenaOne.com dari Jakarta Minggu (23/7/3017).

"Telah dilakukan penangkapan dengan dasar Nomor: LP/16/K/III/2017/Sumbar/Res Agam/Sek Tj Mutiara tanggal 21 Maret 2017 TP Penganiayaan (Penusukan) dan Nomor DPO/10/VI/2017/Reskrim atas nama Idham Oktavia (42) pekerjaan seorang wartawan," kata Wakapolres.

Wakapolres menambahkan, pelaku penusukan tercacat beralamat di Jalan Pelita Gang Pelita II No 15 RT 001/RW 002 Kel Rintis Kec Lima Puluh, Prov Riau.

Penangkapakan Idham Oktavia lanjut Wakapolres berawal berdasarkan hasil lidik pada tersangka. Didapat informasi bahwa keberadaan tersangka ada di daerah Senapelan, Pekanbaru.

Mendapat hasil cek lokasi tersebut Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Agam dipimpin oleh Kasat Reskrim Iptu Muhammad Reza, SIK  berangkat menuju lokasi yang dimaksud.

"Sesampainya di Pekanbaru Tim berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru (Unit Buser)  dan melaksanakan lidik gabungan terhadap lokasi yang dimaksud," ujarnya.

Dari lidik tersebut lanjut Wakapolres, Tim mendapat informasi keberadaan tersangka di sebuah rumah Jalan Kenanga Gang Tauhid Kec Senapelan. Setelah dilaksanakan APP, Tim bergerak ke rumah dimaksud dan melakukan penangkapan terhadap tersangka.

"Saat ini tersangka dibawa ke Mako Polresta Pekanbaru untuk diamankan, yang selanjutnya akan dibawa menuju Mako Polres Agam," pungkas Wakapolres Pekanbaru.

Diketahui, Aznil ditikam oleh Idham Oktavia diteras Masjid Tiku Raya Agam, Sumatera Barat 21 Maret lalu usai melakukan sholat Isya'.

Menurut Aznil, dirinya menduga penikaman tersebut hanya dilatarbelkangi perbedaan padangan politik semata.

"Tidak ada motif lain. Perbedaan politik saja karena dia berpaham radikal," kata Aznil. (tan/bian)