Friday, 28 July 2017

Guru Daerah Terpencil Keluhkan Tunjangannya 'Disunat' Hingga Rp2 Juta

Ilustrasi
Sanana, PenaOne -  Sejumlah guru TK, SD dan SMP di wilayah Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara mengeluhkan adanya pemotongan tunjangan guru daerah terpencil (dacil) tahun 2017 yang dilakukan oknum di Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata (Dikbudpar), Kabupaten Kepsul, Provinsi Maluku Utara.

Seperti yang disampaikan oleh beberapa guru ketika ditemui di halaman Kantor Dikbudpar Kepsul, Kamis pagi (27/07/2017).

“Kami tidak tahu jelas pemotongan tunjangan kami ini alasannya apa,” terang salah seorang guru yang meminta namanya tidak dipublis.

Tak tanggung-tanggung, sumber menjelaskan, pemotongan tunjangan bagi guru terpencil yang bersumber melalui APBD itu sebesar Rp2 juta per-guru.

“Baru-baru ini sejumlah guru sudah terima dacil sebesar Rp8 juta tetapi dipotong sampai Rp2 juta per-guru. Hanya aneh, kenapa dilakukan pemotongan,” ujarnya.

Disebutkan, oknum yang diduga melakukan pemotongan tersebut adalah Kepala Seksi GTK, Dikbudpar Kepsul berinisial AB. Sebab, dacil tahun 2016 lalu juga sama dipotong oleh AB sebesar Rp7 juta dari total Rp15 juta. Alhasil, dacil yang diterima para guru hanya Rp9 juta.

“Tahun 2016 kemarin dia (AB) sudah potong tanpa alasan, sekarang tahun 2017 dipotong lagi per-guru Rp2 juta, ini aneh,” ungkapnya seperti dikutip suaramu.co.

Para guru ini meminta Bupati Kepsul, Handrata Thes, agar segera mengevaluasi dan mencopot oknum AB dari jabatannya.

“Kami minta agar secepatnya Bupati copot dia (AB), karena dia sudah ulang-ulang potong kami punya dacil,” pinta para guru tersebut.

Sekedar untuk diketahui, total guru yang menerima dacil lebih dari 100 orang. Mereka terbagi dari, guru sekolah TK, SD dan SMP yang ada di 35 Desa, Kabupaten Kepsul. (as/bahar)