Thursday, 27 July 2017

Ini TNI Atau Rakyat?


TENTARA Nasional Indonesia atau yang lebih melekat dikuping masyarakat luas dengan nama TNI banyak mempunyai program-program sosial kemasyarakatan.

Dahulu, ketika zaman Orde Baru (Orba) program unggulan TNI untuk soasial kemasyarakatan adalah Abri Masuk Desa (AMD). Kini TNI mempunyai program serupa namun berbeda busana yakni Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD). Program itu sudah dijalnkan TNI dibelahan bumi nusantara.

Belum lama ini, di Sicanang Belawan, Medan, Sumatera Utara program itu dijalakan TNI Kodim 021/BS. Mereka melakukan pembangunan fisik seperti pembuatan badan jalan  baru sepanjang 500 meter dengan lebar 5 meter.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan perbaikan jalan tanggul tambak sepanjang 370 meter dengan lebar 5 meter yang kini tahapnya sudah selesai dikerjakan. Yang tak kalah menakjubkan mereka membuat jembatan peyeberangan yang menghubungkan antar desa  sepanjang 14 meter dengan lebar 3 meter.

Foto. Istimewa
Berbagai pembangunan di Sicanang itu salah satunya dimaksudkan untuk mengantisipasi banjir Rob yang kerap dialami warga setempat. Pemerikan berbagai pembanguan itu nyaris tidak dipikirkan oleh pemerintah daerah (Pemda) setempat. Namun, dilakukan oleh TNI, suatu pemikiran yang cerdas namun terlihat sederhana.

Program TMMD itu tidak akan berhasil tanpa melibatkan kepedulian warga. Butuh sinergitas antar keduanya. Artinya, warga dan TNI harus manunggal jadi satu. Seperti peribahasa Jawa yang berbunyi Abot Podho Dipikul Enteng Podo Ditenteng artinya berat sama dipukul ringan sama dijinjing.

Seberat apapun pekerjaan yang dilakukan TNI jika saling bergotong royong dengan warga setempat akan terasa ringan. Karena, keterbasan anggota TNI juga menjadi faktor utamanya.

Bisa dibayangkan dalam TMMD itu Kodim 0201/BS mampu melibatkan hampir 600 orang. Artinya, jumlah warga yang dilibatkan dalam kegiatan itu lebih besar dari anggota TNI yang ada.
Foto. Istimewa

Biasanya, satuan setingkat kompi plus pengawas dari pihak militer hanya 150 orang saja. Lainnya,  dari kegiatan itu diambil dari masyarakat umum sekitar 30 orang dan siswa siswi sekolah sebanyak 400 orang.

Jikalau pola yang dilakukan Kodim Medan tersebut bisa menyeluruh diwujudkan oleh pimpinan Kodam Bukit Barisan diwilayah pinggir laut seputaran Sumatera Utara, maka warga lain tentu akan seberuntung warga Belawan itu. Tinggal, apakah itu akan terwujud?

Tidaklah sulit bagi TNI untuk merangkul rakyat sebanyak itu. Karena sesungguhnya TNI itu milik rakyat. Bukan milik pejabat. (tan/amanda)