Thursday, 13 July 2017

Mahasiswa Kumpulkan Koin untuk Sekda Kepri

foto.@aulia
Tanjungpinang, PenaOne - Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Riau T.S Arif Fadill

ah beberapa bulan terakhir menjadi pembicaraan publik. Bahkan, sempat menjadi salah satu berita terhangat di medsos.

Viralnya berita mantan Sekda Karimun yang sedang beredar saat ini, bukan sekedar pepesan belaka. Tapi, memang faktanya di lapangan seperti demikian.

Baru hitungan bulan menjabat sebagai Sekda Kepri sudah berulah penuh sensasi.

Salah satu akibatnya, Provinsi Kepri yang dulunya menjadi andalan dan contoh kinerja birokrat yang cukup bagus, kini terkesan tak jelas.

Bahkan  sang Sekda justru terkesan membuat aksi "gaduh" di Sekda setempat.

Sumber kuat PenaOne.com yang enggan ditulis namanya menyebut, sejak Sekda Kepri dijabat Arif Fadillah kinerja birokrasi mengalami kemunduran drastis.

Salah satu tindakan Sekda Kepri, menerapkan pemotongan tunjangan gaji dan pegawai sebanyak 100 persen bagi pegawai yang telat absen.

foto.@aulia
Pemotongan gaji dan tunjangan itu entah kemana disimpan atau disetorkan ke rekening mana.

"Bahkan ada dugaan uang pemotongan yang bernilai miliaran tersebut untuk foya-foya atau dideposito untuk memperkaya oknum dan kelempok tertentu," kata sumber itu Rabu (12/7/2017).

Jika 1000 pegawai ASN Kepri dipotong gajinya sebesar 2,3 juta rupiah, berarti ada sebesar Rp 2,3 miliar rupiah dana tertahan yang belum diberikan, dan itu tiap bulan. Wauwwwww....

Sholeh, Bendahara di Biro Umum Provinsi Kepri mengakui ada sejumlah uang tunjangan pegawai masih ditahannya. Namun entah untuk apa uang tunjangan pegawai ditahan-tahan. Padahal itu sudah jelas menjadi hak pegawai.

foto.@aulia
Kasus ini menjadi daftar panjang rusaknya Birokrasi Kepri.

Menurut informasi yang beredar belum lama ini Sekda Kepri juga membeli rumah mantan pengusaha bauksit senilai miliaran rupiah dijalan Sei Jang Tanjungpinang.

"Rumahnya besar, mewah, masuk pekarangan rumah berpagar terbuka dan tertutup sendiri menggunakan remot," ujar sumber yang tetap kukuh tak mau disebut identitasnya itu.

Santer terdengar, Arif sapaan Sekda Kepri juga membeli rumah elit di Perumahan Gurindam di kilometer 9. Harganya pun mencapai miliaran rupiah.

Bahkan, salah satu anggota Satpol PP Kepri yang juga tidak mau ditulis namanya membenarkan hal itu.

"Kami ini hanya jaga sampai bapak pulang. Bahkan pernah sampai subuh. Namun ditegurnya pun tak ada," ungkap anggota satpol PP.

Tak berhenti sampai disitu, pemberitaan anak Sekda Kepri Arif Fadillah menerima beasiswa Rp 650 juta rupiah dari dinas Pendidikan Kepri.

Anak sekda merupakan salah satu dari 7 penerima beasiswa pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah yang diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu.

Luar biasa, publik tercengang membaca pemberitaan yang bertubi-tubi mengenai Sekda Kepri di medsos bak selebriti.

Pantauan di perempatan Jalan protokol di Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang, 4 mahasiswa Student Movement Institut (SMI) menggelar aksi mengumpulkan 1.000 koin untuk Sekda Kepri Rabu (12/7/2017).

"Aksi ini merupakan bentuk mirisnya perilaku dinasti keluarga Sekda Kepri menerima beasiswa tak mampu," ungkap R Muhammad Naufal perserta aksi.

Jika Sekda sulit untuk membiayai anaknya, mahasiswa dan rakyat siap patungan mengumpulkan koin untuk keperluannya selama 5 tahun, jelas Naufal lagi. (aulia/januar)