Tuesday, 25 July 2017

Polda Kalsel: Tugas Polisi Makin Mudah dengan Media Online

Foto.@Ist
Jakarta, PenaOne - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan serius merangkul keberadaan awak media online yang bertugas di Kota Banjarmasin. Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, Ajun Komisaris Besar Mochammad Rifai mengundang para perwakilan redaksi media online nasional dan lokal ke Markas Polda Kalsel.

Menurut Rifai, pertemuan ini atas inisiatif Wakil Kepala Polda Kalsel, Komisaris Besar Nasri dan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kalimantan Selatan, Anang Fadilah.

Tapi, kata Rifai, Kombes Nasri tiba-tiba berhalangan hadir karena ada urusan dinas di tempat lain.

“Beliau mengagendakan lain waktu. Intinya beliau ingin ketemu dan menunggu rekan-rekan, beliau ingin kegiatan kepolisian dibaca masyarakat. Kalau cuma di internal kepolisian, masyarakat enggak tahu,” kata AKBP Mochammad Rifai saat menerima perwakilan media online di ruang kerjanya, Selasa (25/7/2017).

Selain itu, kata dia, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan jajaran kepolisian di daerah agar merangkul media online.

Rifai meyakini tugas polisi semakin mudah menyampaikan pesan ke masyarakat lewat pemberitaan di media online.

Adapun dari sudut pandang pembaca media online, ia berharap masyarakat bisa memberi masukan dan kritik konstruktif terhadap kepolisian.

“Ini kan bentuk menajemen media. Masyarakat juga jangan termakan berita-berita hoax, tugas media ikut mengedukasi pembaca dan masyarakat. Pertemuan ini segera kami laporkan ke Pak Wakapolda, secepatnya diagendakan kembali untuk bertemu,” ujar pria asli Mojokerto itu seperti dilansir redkal.com (kabarkalimantan).

Dalam pertemuan, perwakilan redaksi media online yang hadir terdiri atas Redkal.com, Infobanua.co.id, Jejakrekam.com, Suarabanua.com, Antarakalsel.com, Tempo.co, cendananews.com, Mckalsel.id, dan sejumlah media online lain.

Ketua IWO Kalsel, Anang Fadilah mengatakan pertemuan ini bermaksud menyatukan sinergitas kerja antara kepolisian dan wartawan.

Anang berharap, media online semakin berkontribusi dan mengambil peran penting di tengah pembangunan daerah.

“Media online harus punya kepedulian terhadap daerah, membangun daerah lewat pemberitaan yang positif, dan ikut menangkal isu-isu yang memicu gejolak,” ujar Anang Fadilah. (bian)