Tuesday, 29 August 2017

Pengamat Politik: Saracen Bukan Sekedar Motif Ekonomi


Jakarta- Peyebar ujaran kebencian (hata speech) bukan semata-mata motif ekonomi tapi secara jelas ada motif lain, karena adanya pembelaan pada agama tertentu dalam Saracen.
Bahkan, secara terbuka Saracen pada Pemilu 2014, mendukung calon presiden tertentu, bukan mendukung capres incumbent.

Pengamat Politik Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan, jadi secara jelas bukan hanya motif ekonomi semata, karena dukungan agama tertentu dan capres tertentu adalah bukti bukan motif ekonomi.

"Jadi ini yang membuat ekskalasi yang luar biasa terjadi,"kata Burhanuddin, Jakarta, Senin (28/8/2019).

Dia menambahkan bukan hanya Saracen saja yang melakukan ini tapi banyak group-group lain melakukan sama seperti yang dilakukan Saracen.
"Bahayanya kalau digrasi pemilu adalah fase elektoral, maka Pemilu jadi kehilangan maknanya. Pemilu berguna sebagai reward dan punisment, kalau kinerjanya jauh dari harapan maka kita punisment (hukum), dan kalau kinerjanya bagus kita reward (beri penghargaan). Ya kalau Pemilu hanya lihat kolom agama, ya lihat KTP saja. Gak perlu melakukan Pemilu,"ujar Burhanuddin.

Menurutnya Saracen, membuat isu agama hanya bungkusan saja, tapi hanya mengarah media sosial untuk kepentingan politik tertentu. Saracen mengadopsi teori Robert Gobels yang menyuntikan kebohongan berkali-kali maka akan menjadi kebenaran. Namun, apa yang dilakukan Saracen sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. (Tha-Ral)