Saturday, 26 August 2017

RS Labuang Baji Tolak Pasien Miskin

Makassar, PenaOne - Rahmayadi, warga Jalan Kerung-kerung, Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan terpaksa memulangkan anaknya yang demam tinggi lantaran ditolak berobat di Rumah Sakit (RS) Labuang Baji, Jl Ratulangi, Jumat (25/8/2017) malam.

Ia bersama istri membawa anak keduanya itu yang bernama Muhammad Adriansyah (5) karena demam tinggi dibarengi badan lemas dan gemetar.

Bahkan Randy sapaan Rahmayadi sudah membawa surat rekomendasi dari Dinas Sosial (Dinsos) Makassar dengan keterangan warga tidak mampu sehingga surat tersebut dalam keterangannya sebagai pengganti kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Namun apa daya, surat keterangan miskin ditolak bagian administrasi di rumah sakit tanggungan Pemprov Sulsel itu.

"Dia (petugas berpakaian perawat) bilang tidak berlaku disini melainkan berlakunya di Rumah Sakit Daya, padahal anakku ini kasian sudah gemetar gara panasnya tinggi sekali, jadi saya pilih rumah sakit yang agak dekat biar anak saya cepat dapat perawatan," ucap Rahmayadi dengan kecewa ke pihak RS Labuang Baji.

Rahmayadi tetap memohon kepada petugas yang jaga agar anaknya bisa segera di rawat. Bahkan dirinya terpaksa menyebut jika dia berprofesi sebagai wartawan dengan harapan ada kebijakan lain karena kondisi anak kedua dari empat bersaudara ini kondisinya lemas.

"Dan mereka tidak peduli, saya juga sempat bilang saya ini mitra anda, saya dari media jawaposs.com, ehh malah mereka bilang saya tidak takut walaupun saya di laporkan ke direkturnya serta kepala dinas kesehatan bahasanya perawat itu ke saya dengan istriku," tutur Rahmayadi.

Tak mau beradu argumen dengan perawat, Rahmayadi terpaksa memilih memulangkan anaknya ke rumah.

"Saya pusing padahal petunjuk Pak Kadis Sosial Bisaji di pakai itu dulu untuk sementara begitu selesai BPJS mu baru di tarik itu surat rekomendasinya dari rumah sakit," tutur Rahmayadi malam ini. (rilis/bahar)