Tuesday, 15 August 2017

Tim Pansel Bawaslu Kepri akan Digugat



Batam, PenaOne – Seleksi anggota Pansus Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diduga tidak transparan dalam melakukan seleksi komposisi tes para peserta.

Seorang calon peserta wanita, Rini Elfina mengatakan saat ini akan mempersiapkan surat gugatan kepada Bawaslu Pusat atas tidak transparannya Timsel Bawaslu Kepri dalam menseleksi peserta.

Rini menjelaskan, sebelumnya Bawaslu Kepri berjanji akan mengumumkan hasil tes dari proses tes CAT, tes kesehatan serta psikotes pada papan pengumuman Politekhnik Batam. Namun hal itu tidak dilakukan.

“Kami berharap nilai dari masing-masing peserta disampaikan. Karena itu tidak dilakukan, maka kami mempertanyakannya,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (15/8/2017) di angkringan Good Day Batam Centre.

Sementara, pada tempat yang sama, Dedy Suwadha yang merupakan calon peserta berprofesi sebagai wartawan di Kota Batam, juga merasa ada kejanggalan dari proses seleksi tersebut. Tidak lulusnya dirinya dalam seleksi, adalah karena tidak adanya sikap transparan dari Timsel Bawaslu Kepri.

“Segala persyaratan administrasinya sudah saya lengkapi, tapi karena mereka tidak profesional, membuat saya gagal,” ujarnya dilansir situskepri.com.

Menurut Dedy, banyak hal yang tidak sesuai dengan ketentuan awal disampaikan oleh tim seleksi Bawaslu Kepri kepada dirinya. Salah satunya tentang adanya kekurangan berkas yang diperlukan.

“Saat itu saya sudah lakukan permohonan agar Pansel mau memberikan tenggang waktu untuk melengkapinya,” kenang Dedy.

Mengingat dirinya menetap dan beraktifitas di Batam, sementara proses seleksi berlangsung di Tanjungpinang, tentunya tidak akan mungkin dalam waktu yang singkat bisa kembali lagi kesana.

“Karena terlambat itulah saya dinyatakan gagal, padahal ada tenggang waktu saat mendaftar yakni pada tanggal 2, tapi kenapa tidak disampaikan,” gusarnya. (tan)