Monday, 18 September 2017

Negeriku Penuh Trauma



Melihat LBH dikepung massa, membuat kita merenung, apa yang terjadi dengan ini negeri tercinta?

ROSA namanya, gadis remaja,
diminta guru sastra, bacakan puisi
apapun tentang dirinya, di depan kelas.

Dengan mata sedih, Rosa
Berekspresi.

Aku penuh trauma.
Ayah dan ibuku penuh luka.
Jika berbeda,
Berkelahi tak jera
Rusak banyak benda
Pernah terbunuh banyak saudara.
Aku  tersiksa.
Oh aku penuh trauma,
dan negriku, indonesia, seperti aku.

Aku penuh trauma.
Ayah dan ibuku beda agama.
Dulu baik baik saja
Entah mengapa suatu ketika,
datang guru agama.
Tapi aneh ajarannya,
tak seperti guru biasa.

Kini ayah dan ibu tak seirama
Jika sedang bala,
celaka, aku yang kena.
Lukaku semakin menganga.
Oh aku penuh trauma.
Negriku, Indonesia, seperti aku.

Guru dan murid terdiam.
Di kelas itu,
Ada anak PKI,
Ada anak Ahmadiah,
Ada anak Syiah.
Ada yang ibunya guru Pancasila.
Ada yang ayahnya percaya bumi datar.
Ada yang pamannya tentara.
Ada yang tantenya aktivis,
pejuang hak asasi manusia.

Selama ini semua baik baik saja.
Ketika mendengar Rosa,
mereka saling tatap mata.
Astaga kini mereka lihat neraka,
berkobar perkasa,
di mata murid lainnya.

Merekapun saling caci,
Serang sana dan sini
Ruang kelas penuh benci

Ya Allah kini mereka berkelahi
Semua melawan semua
Kaca jendela pecah
Papan tulis retak
Ibu guru bengong saja.
Tak tahu harus apa

Kepala sekolahpun tiba,
Membawa team keamanan.
Memaksa semua berhenti bicara.
Dan kini semua diminta berbaris,
bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Mereka patuh menyanyi
lagu yang sama.
Tapi itu rasa benci
tetap menyala.
Benci kepada yang beda.
Walau mulut menyanyi Indonesia Raya,
tapi sinar matanya,
Ya Allah, mereka kini marah,
marah kepada yang beda.

Tiba-tiba lampu di kelas bersuara,
Pintu, jendela, ubin, kertas dan pensil
Ikut koor bersama:
"Aku penuh trauma,
Negriku, Indonesia, seperti aku."

(TV memberitakan LBH dikepung massa, ada gereja di segel di sana, mesjid dirusak di situ, diskusi dibubarkan massa di sini, putar film dihentikan di kota, dan sepasang kekasih
memilih putus cinta karena beda calon presiden).

Oleh: Denny JA