Monday, 4 September 2017

Pelatihan Fotografer Jurnalistik Tahun Anggaran 2017, Kapuspen TNI Berpesan



Jakarta -  Karya seorang photografer profesional dapat mengungkap banyak cerita walaupun tanpa kata-kata, begitupun bila foto yang tidak berkualitas baik dan tanpa makna akan bisa mengurangi nilai dari sebuah gambar yang dihasilkan dari seorang photografer.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si, mengatakan bahwa, karya photografer dapat menghasilkan karya foto yang menarik dan memiliki nilai tinggi dapat dilakukan dengan merencanakan secara matang, seperti menentukan angel yang tepat, cara dalam memegang kamera dan bisa menyesuaikan cahaya secara tepat.

"Sebuah hasil karya fotografer harus  berkualitas dan bernilai tinggi serta dapat mengungkap suatu peristiwa yang mengandung unsur humanis dan berkarateristik, dan melalui pelatihan ini para peserta akan dididik dan dibina untuk menjadi seorang fotografer yang profesional,” katanya saat membuka Pelatihan Fotografer Jurnalistik Tahun Anggaran 2017, bertempat di Aula Puspen TNI Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/9/2017).

Kapuspen TNI berharap dengan tuntutan tugas yang terus berkembang, Puspen TNI berkewajiban untuk membina dan meningkatkan kualitas personel jajaran penerangan baik di pusat maupun daerah seiring dengan kemajuan teknologi. “Untuk meningkatkan kualitas personel di jajaran penerangan, Puspen TNI secara periodik menyelenggarakan kursus atau pelatihan diantaranya pelatihan fotografer jurnalistik,” ucapnya.

Pelatihan fotografer yang akan dilaksanakan mulai tanggal 4 September s.d. 2 Oktober 2017, dengan jumlah peserta 20 personel dari TNI AD, AL dan AU, Mayjen TNI Wuryanto meminta kepada para pengajar untuk dapat mentransfer ilmu dan pengalaman berharga yang dimiliki kepada para peserta pelatihan. “Waktu satu  bulan memang belum cukup untuk membentuk seseorang menjadi fotografer yang professional, namun dengan kerja keras, ketekunan  dan kesungguhan hati para pengajar dan peserta, saya yakin pelatihan ini dapat menghasilkan para fotografer yang terampil dan siap pakai,” tuturnya.

“Peserta pelatihan sangat memerlukan bekal pengetahuan tentang kamera foto sesuai perkembangan teknologi saat ini,  baik pengetahuan teknik  pengambilan gambar maupun penggunaan berbagai jenis peralatan kamera foto untuk menghasilkan gambar-gambar yang berkualitas,” ujar Kapuspen TNI. 

Diakhir Amanatnya Mayjen TNI Wuryanto memberikan menekanan bahwa seluruh peserta pelatihan baik pelaku maupun pengajar agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya sebagai sarana peningkatan sumber daya manusia dibidang fotografer jurnalistik.