Saturday, 16 September 2017

Posisi Burhan Abdurrahman di Cagub Malut Semakin Moncer

Jakarta, PenaOne - Posisi Dr H Burhan Abdurrahman dalam bursa calon Gubernur Provinsi Maluku Utara periode 2018-2023 semakin bertengger.

Hal ini terbukti setelah tiga partai pengusung Wali Kota Ternate dua periode ini sudah mantab memberikan dukungan terhadap Burhan Abdurrahman.

Partai yang tidak lolos dikursi disenayan diantaranya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), DPW Partai Bulan Bintang (PBB), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesi (PKPI) Maluku Utara (Malut) sepakat membentuk  "Koalisi Untuk Kebaikan Maluku Utara".

Koaliasi ini diprakarsai oleh Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Maluku Utara Basri Salama, serta pimpinan Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara Hendrata The.

Usai penandatangan koalisi, yang berlangsung di Hotel Cordela Jakarta, Jumat Malam (15/9/2016) Basri Salama menuturkan, pembentukan koalisi dimaksudkan untuk menjajaki dan berkomunikasi dengan para kandidat yang sudah menyatakan sap menjadi calon Gubernur Provinsi Maluku Utara periode 2018-2023.

Dia menjelaskan, koalisi lima pimpinan partai ini sudah dapat menghantarkan calon Gubernur karena mememiliki total 13 kursi di Parlemen. 

Namun, kata Basri koalisi yang terbentuk itu hanya menyepakati kriteria calon Gubernur untuk diusung pada Pilkada 2018 mendatang.

"Koalisi ini belum membicarakan soal figur siapa yang tepat untuk diusung. Tapi baru berbicara sebatas kriteria yang tepat untuk disandingkan kepada figur yang tepat," jelasnya.

Kami sepakat koalisi ini akan mengusung kandidat Gubernur Maluku Utara yang memiliki 7 kriteria khusus.

Ia menyebutkan, koalisi pimpinan Partai Maluku Utara telah menyepakati 7 (tujuh) kriteria khusus. Pertama, memiliki kemampuan menagerial yang mampuni dalam pengelolaan birokrasi pemerintahan. 

Kedua, mampu menjaga hubungan yang harmonis dengan rakyat selama menjalani tugas kepemimpinannya. 

"Ketiga, memiliki prestasi dibidang pembangunan yang dapat dilihat secara nyata," ujarnya.

Keempat, mampu menjaga hubungan baik dengan seluruh perangkat daerah diwilayah Provinsi Maluku Utara. Kelima, Memiliki visi misi membangun Maluku Utara yang berkeadilan bagi seluruh wilayah.

Keenam, membuat peryataan bahwa tidak akan membangun hegomoni dalam pemerintahan. "Ketujuh, Berjiwa kreatif dan inovatif," pungkasnya. (tan)