Saturday, 21 October 2017

Anggota Dewan Ini Akui Bangun Tidur Baca Berita di Ponsel


Karimun, PenaOne - Saat ini pemerintah dinilai telah memberi ruang yang lebar bagi media massa daring, dan Ikatan Wartawan Online (IWO) untuk berperanan dalam mempromosikan berbagai peluang investasi.

Perhatian pemerintah itu, merupakan peluang bagi media online dan IWO untuk meningkatkan kompetensi diri sehingga bisa menjadi konstituen Dewan Pers, dengan tetap menjaga kebebasan pers, menyatakan pendapat dan kebebasan berekspresi.

Demikian dikatakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Dwi Ria Latifa saat bincang-bincang dengan sejumlah wartawan di Tanjung Balai Karimun, belum lama ini.

Media online lanjutnya, berperan penting melawan berita bohong atau hoax. Pemerintah sangat berharap besar kepada IWO untuk melawannya, kata wanita yang duduk di Komisi II DPR RI ini.

Secara pribadi, dirinya sngat mendukung terbentuknya IWO sebagai organisasi profesi wartawan. 

"Sekarang, saya bangun tidur saja sudah bisa baca berita lewat telepon seluler," katanya.

Berita Harus Berimbang

Ditempat yang sama, Ketua IWO Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Rusdianto mengatakan, hadirnya IWO saat sekarang ini ialah untuk menjawab semua tantangan.

"Kecepatan berita, keakuratan dan ketepatan sebuah informasi saat ini sudah harus dipenuhi. Oleh sebab itu, IWO Karimun terus berupaya mengarah ke sana," kata Rusdi.

Menurut dia, Pengurus Pusat IWO sedang berupaya untuk menjadi konstituen Dewan Pers. Maka, setiap anggota IWO dilarang menyajikan informasi bohong atau fitnah, dan berita tidak berimbang yang melanggar Kode Etik Wartawan Online.

"Berita tidak berimbang saja dilarang, apalagi berita bohong, dan sanksinya juga jelas diatur dalam AD/ART yang baru disempurnakan oleh tim perumus yang diberi mandat peserta Mubes I IWO," katanya. (rus/tan)