Friday, 27 October 2017

Kabag Umum Fak Tarbiyah IAIN Bengkulu Sepelekan Wartawan


Bengkulu, PenaOne - Ikatan Wartawan Online (IWO) provinsi Bengkulu menyayangkan sikap Kasubag Umum Fakultas Tarbiyah IAIN Bengkulu Ali Akbarjono yang enggan untuk di klarifikasi atas dugaan pungutan biaya legalisir ijazah kepada mahasiswa.

Peristiwa itu meninpa, Efrizon wartawan dari media online asgolnews.com yang tergabung di organisasi IWO Bengkulu saat hendak mempertanyakan adanya dugaan pungutan biaya legalisir ijazah sebesar Rp2.000/lembar.

Namun, Ali Akbarjono langsung menanyakan id card wartawan kepada Efrizon. Saat id card telah diserahkan, Ali Akbarjono mengatakan bahwasanya Id card miliknya tidak jelas, dan langsung menanyakan kartu salah satu organisasi profesi wartawan.

Saat itu Ali Akbarjono mengatakan kalau tidak ada kartu PWI bukanlah wartawan. Jika telah memiliki kartu PWI dan identitas yang jelas baru dirinya baru hendak menjawab pertanyaan itu, kata  Efrizon menirukan kata-kata Ali Akbarjono kemarin.

Atas aksi tersebut, Ketua IWO provinsi Bengkulu Jemmy Nofriansyah, SIP menyayangkan sikap Ali Akbarjono yang dinilainya menyepelekan tugas seorang wartawan.

Ditambahkanya, terkait sikap bungkam Ali Akbarjono, menjadi pertanyaan besar bagi kami. Apakah kridibelitas seorang wartawan yang tidak tergabung di PWI diangggap tidak cakap dalam menggali informasi dan mengolah sebuah pemberitaan? Organisasi wartawan ini banyak.

“Niatan baik seorang wartawan yang hendak mengklarifikasi atas dugaan pungutan uang legalisir sebelum dijadikan berita kok ditolak, kan aneh ini. Terlebih lagi, apakah kegitan jurnalistik kewartawanan seseorang diluar organisasi itu dianggap tidak berkompeten?," jelasnya dalam siaran pers Jumat (27/10/2017).

Terpenting lagi, lanjut Jemmy, dalam kegiatan jurnalistiknya, seorang wartawan harus berpatokan pada kode E
etik wartawan. 

"Selain itu, wartawan berhak untuk memilih organisasi kewartawanan susuai keinginan mereka, selama organisasi yang diikutinya tidak melenceng pada kode etik dan etika profesi," pungkas pimpinan media online www.liputanbengkulu.com ini.  (jim/tan)