Wednesday, 11 October 2017

Panglima TNI: TNI-Polri Jangan Mau Dimanfaatkan Politikus

Jakarta, PenaOne - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian NegaraRepublik Indonesia (Polri) merupakan tonggak penyangga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh sebab itu, Prajurit TNI dan Personel Polri harus solid dan jangan mau dimanfaatkan oleh politikus.

Demikian disampaikan Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada 951 Perwira Siswa (Pasis), terdiri atas 138 Pasis Sesko TNI, 61 Pasis Sespim TI, 272 Pasis Sesko AD, 122 Pasis Sesko AL, 100 Pasis Sesko AU dan 258 Pasis Sespimmen, dengan tema “Melalui Program Kegiatan Bersama (PKB)  Kejuangan, TNI dan Polri Bertekad Memantabkan Kembali Integritas, Stabilitas Dan Ketahanan Nasional Dalam Rangka Menegakkan Kedaulatan Dan Mempertahankan Keutuhan NKRI” di Gedung Soedirman Secapaad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/10/2017).

Panglima TNI menjelaskan bahwa solid tidak harus dengan satu atap, tetapi bagaimana TNI dan Polri sesuai dengan fungsi dan visinya melaksanakan tugas dengan profesional dan saling mengisi kekosongan.

“Tugas TNI adalah menjaga danmempertahankan kedaulatan NKRI harus pakai senjata, sedangkan Polisi tugasnyamenjaga Kamtibmas dan penegakan hukumserta melindungi masyarakat,” ujar Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa TNI dan Polri harus bebas dari politik praktis, danjangan sampai ada anggota TNI maupun Polri yang terlibat langsung maupun tidak langsung dari urusan perpolitikan.

"Politik TNI dan Polri adalah Politik Negara yang berurusan dengan kedaulatan, keamanan negara dan bangsa Indonesia,” katanya dalam siaran pers dari Puspen TNI yang diterima penaone.com.

Lebih jauh Panglima TNI menyampaikan TNI dan Polri adalah dua institusi yang mengawal berjalannyamekanisme demokrasi dengan aman dan damai.

"Jangan sampai para Perwira atau Jenderal aktif bermain politik,” jelasnya. (bilal)