Friday, 20 October 2017

Panitia Natal Wartawan Kepri 2017 Terbentuk


Batam, PenaOne - Natal Oikumene wartawan/ti se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2017 terbentuk. Rapat panitia yang digelar di Batam Center, Jumat (20/10/2017) malam diikuti belasan perwakilan dari berbagai media cetak dan elektronik.

Sesuai hasil notulen rapat dari perwakilan wartawan/ti yang hadir sepakat memilih Cipta Gemindo Saragih alias Koko Rimba sebagai Ketua Panitia Natal 'Oikumene wartawan/ti se-Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2017' dari kantor berita Batamnews.co.id.

Sekretaris Umum Agus Siswanto Siagian dari detik.com dan Bendahara Umum Anne Maria Silitonga dari Harian Tribun Batam.

Koordinator Bidang Humas Natal Oikumene Leo Halawa menjelaskan, tahap awal rapat dan pembentukan panitia yang digelar merupakan pemantapan.

"Nanti akan ditentukan lokasi gereja dimana. Ini sebatas pemantapan dulu. Untuk masalah teknis akan disampaikan nanti melalui internal dan media massa. Dimatangkan dulu teknisnya," ujar Leo.

Leo menambahkan, sesuai dengan kesepakatan, natal ini se Kepri. Kendati, masing-masing kabupaten/kota akan mengkoordinir. ''Setelah terkoordinir, nanti akan dibuatkan dalam satu skema yang kemudian untuk dijadikan acaun dalam teknis pelaksanaan natal nanti,'' tambahnya.

Sementara itu, sesepuh wartawan Nasrani Kepri sekaligus Wakil Pemred Tribun Batam Richard B Nainggolan mengatakan, sangat mendukung acara itu. Ia berpesan,agar natal oikumene dilakukan  sebagaimana mestinya.

Senada, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kepri Rudiarjo Pangaribuan juga mendukung acara itu. Sebagai salah satu ketua pofesi, ia berpesan, agar tema natal kelak bisa diaplikasikan dalam kehidupan wartawan.

"Karena sangat relevan. Relevansinya adalah, antara spritual dengan kegiatan sehari-hari harus lah selaras. Bila tak seimbang dan selaras, maka hilang sendiri makna dalam natal itu," ujarnya.

Rudi yang juga pendiri swarakepri.com menuturkan, sejalan dengan pesatnya dunia digital dewasa ini, ia berpesan agar menjadi wartawan pewarta kedamaian. Bukan justru sebaliknya.

"Sebab, makna natal itu sendiri membawa kedamaian. Sangat relevan dengan kegiatan yang dibuat ini. Kendati, kami hanya berpesan, berkarya lah dan wartakan lah warta kebenaran. Jangan sebaliknya. Maknai natal dengan kedamaian dan suka cita abadi,'' paparnya. (aulia/bian)