Thursday, 23 November 2017

Aktivis '98: Jangan Sampai Terulang....

Jakarta, PenaOne - Aktivis mahasiswa '98 Lutfi Nasution menilai, dua pernyataan dari Mabes polri yang berbeda soal kasus yang lilit politisi partai Nasdem berinisial VL membuat rakyat bingung.

Lutfi mengingatkan pemimpin baik ditingkat legislatif maupun eksekutif, khususnya yudikatif (penegak hukum) supaya lebih berhati-hati saat mengeluarkan pernyataan tanpa dasar hukum yang jelas.

“Pejabat penegak hukum jangan membangun opini yang jauh melampaui kewenangannya dan cenderung melawan hukum. Hal ini akan membuat ratusan juta rakyat Indonesia menjadi bingung,” jelas Lutfi Kamis (23/11/2017).

Dirinya berharap ini kekeliruan yang terakhir bagi aparat penegak hukum kita. "Jangan sampai terulang kembali karena akan menambah preseden buruk wajah penegakan hukum kita,” kata dia.

Hari ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjend Pol Rikwanto mengatakan, beredarnya  berita di media yang menyatakan bahwa kasus penistaan yang melibatkan saudara VL sudah di hentikan/SP3 oleh penyidik Bareskrim adalah tidak benar.

Kasus tersebut lanjut dia,  masih berjalan dan dalam status penyelidikan.

"Penyidik masih memerlukan beberapa keterangan lagi dari saksi-saksi yang hadir di TKP saat hal tersebut terjadi termasuk juga dari saksi ahli bahasa," ujarnya dalam siaran pers.

Selanjutnya kata dia, karena sdr VL anggota DPR penyidik juga  akan melakukan langkah  koordinasi dengan DPR dalam kaitan UU MD3.

Proses selanjutnya akan  ditangani MKD DPR dulu karena yang bersangkutan adalah anggota DPR. Sehingga perlu diuji oleh MKD apakah pernyataannya tersebut dalam kapasitas sebagai anggota DPR yang sedang jalankan tugasnya sebagai wakil rakyat atau kapasitas sebagai pribadi.

"Sesuai UU MD3 nomor 17 tahin 2014 tentang imunitas anggota DPR  pasal 224 ayat (1) dan (2)  yaitu pernyataan, pertanyaan, pendapat, sikap dan tindakan yang diekspresikan di dalam dan diluar rapat DPR," jelasnya.

Dijelaskan Rikwanto, pernyataan Dirtipidum Brigjen Pol Heri Rudolf Nahak  menginformasikan  bahwa proses kasus sdr VL sedang berjalan dan penyidik  membutuhkan hasil dari sidang MKD DPR sebagai masukan kepada penyidik dalam kelanjutan proses hukumnya. (anis)