Monday, 6 November 2017

Calo Diduga Geentayangan di Dinas PMD Minsel




Minahasa Selatan, PenaOne – Aksi calo yang diduga dilakukan oleh oknum staf di Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD) dan Desa Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), provinsi Sulawesi Utara membuat resah para Hukum Tua (Kumtua) yang sering melakukan proses pencairan Dana Desa (Dandes).

Berdasarkan informasi yang didapat, modus yang dipakai yaitu dengan meminta dan mengarahkan Kumtua untuk melakukan pembelian bahan material pada salah satu toko atau perusahaan, yang telah ditentukan oleh oknum staf tersebut.

Bahkan berkembang informasi, dimana oknum staf di PMD Minsel diduga juga terlibat langsung melakukan pekerjaan pembangunan yang memakai Dandes.

Melihat modus yang dilakukan, ada persamaan dengan pengadaan pemasangan lampu penerangan jalan solarcell, yang diduga menjebak Kumtua untuk mengikuti “proyek titipan” yang dilakukan oleh oknum orang dalam di PMD Minsel waktu lalu.

Kepala Dinas PMD Minsel Evert Poluakan ketika dimintai konfirmasi, terlihat kaget dan berjanji akan mengusut tuntas informasi yang didapat oleh wartawan.

Dia menambahkan, dirinya sebagai Kepala Dinas telah mewarning semua unsur staf dan Kepala Bidang di Dinas PMD Minsel, untuk tidak melakukan hal – hal yang bertentangan dengan kewenangan dan aturan yang berlaku.

“Apabila ada oknum-oknum di Dinas PMD yang melakukan hal tersebut, maka akan ada sanksi yang akan diambil. Pekerjaan menggunakan dana desa itu harus swakelola dan wajib melibatkan unsur masyarakat didalamnya,” ujarnya seperti dikutip manadonews.com Senin (6/11/2017).

Salah satu Kumtua berharap ada sanksi yang diberikan kepada para calo jagoan itu.

“Kami minta agar praktik calo agar diberantas di Dinas PMD Minsel, karena ini telah meresahkan kami. Mereka kira Hukum Tua sudah bermandikan uang, lantas posisi kami selalu dimanfaatkan,” ujar Hukum Tua yang meminta identitasnya dirahasiakan. (Dark/bian)