Tuesday, 21 November 2017

Ini Kata GMKI Soal Ketidak Hadiran Yudi Latif dalam Acara IID


Jakarta, PenaOne - Koordinator Wilayah Maluku Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Dodi Soselisa mengatakan, kegiatan International Interfaith Dialogue (IID) dan Pertemuan Nasional Senior GMKI sudah selesai.

Bahkan, acara itu resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Maluku Dr. Zeth Saburua, SH, MH pada tanggal 19 November 2017 lalu.

Namun, kata dia, masih ada cerita yang tertinggal di kota Ambon. Salah satunya adalah batalnya Kepala Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif menghadiri pembukaan International Interfaith Dialogue yang dihadiri 500an peserta, perwakilan pemerintah provinsi Maluku dan Kota Ambon, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pimpinan nasional berbagai organisasi kemahasiswaan.

"Saat itu, Kepala UKP-PIP sebenarnya sudah tiba di Ambon untuk menjadi keynote speaker acara IID dengan tema Kembali ke Pancasila Untuk Merawat Kebhinekaan," ujarnya kepada PenaOe.com lewat sambungan selularnya, Selasa (21/11/2017)

Lanjutnya, ada miskomunikasi dengan panitia sehingga mobil yang menjemput Yudi Latif telat sampai ke bandara. 

"Beliau kemudian langsung naik taksi menuju hotel, padahal peserta masih menunggu di Taman Budaya, lokasi pelaksanaan pembukaan IID," ujarnya.

Dodi menyampaikan, jika panitia sudah datang ke hotel untuk meminta maaf. Namun Kepala UKP-PIP dan stafnya menolak untuk bertemu.

"Panitia tiga kali datang ke hotel untuk meminta maaf. Bahkan yang ketiga kalinya Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI bersama beberapa pengurus lainnya juga ikut ke hotel untuk menyampaikan permohonan maaf dan mengajak Yudi Latif menuju ke lokasi acara. Pada saat tiba di hotel, Ketum berpapasan dengan Yudi Latif dan stafnya di lobi hotel," jelasnya.

Ketum saat itu, langsung menyampaikan permohonan maaf dan mengatakan bahwa acara masih berlanjut. Peserta serta undangan masih menunggu Yudi Latif. Beberapa undangan tersebut antara lain Walikota dan Wakil Walikota Ambon. 

"Sayangnya, Yudi Latif tidak memberikan respon dan lebih memilih mencari tempat untuk makan malam," ungkap Dodi. 

Dodi melanjutkan, wajar jika Kepala UKP-PIP kecewa karena telat dijemput. Tapi panitia sudah tiga kali meminta maaf. Seharusnya sebagai pejabat negara setingkat menteri, Yudi Latif berkarakter negarawan.

"Bukannya bersikap seperti elitis atau raja yang menolak memaafkan kesalahan rakyat. Apalagi Yudi Latif adalah Kepala UKP-PIP, memantapkan ideologi Pancasila. Pancasila mengajarkan nilai-nilai kegotongroyongan, egaliter, kemanusiaan," ungkap Dodi. 

Redaksi terus mengubungi Yudi Latif dan staf-stafnya melalui sambungan Whats App untuk keberimbangan berita. Hinga berita ini dipublish yang bersangkutan belum memberikan jawaban. Komentar dari yang bersangkutan akan ditayangkan dalam berita selanjutnya. (tan/bian)