Thursday, 23 November 2017

IPW Minta KPK Tuntaskan Kasus RJ Lino

Neta S Pane dalam disukusi di kantor Redaksi PenaOne.com

Jakarta, PenaOne - Setelah sukses bekerjasama memburu tersangka korupsi Setya Novanto, kini giliran KPK-Polri membuktikan kemampuannya untuk menuntaskan kasus korupsi yang diduga melibatkan mantan Dirut Pelindo II RJ Lino.

Dalam catatan Ind Police Watch (IPW), RJ Lino terlibat dua kasus, kasus yang ditangani Bareskrim Polri dan ditangani KPK. Di KPK, RJ Lino sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak dua tahun lalu.

"RJ Lino jadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Quay Container Crane Tahun 2010," kata Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch dalam siaran pers ke Redaksi PenaOne.com Kamis (23/11/2017).

Namun anehnya, kasusnya itu mengendap hingga kini. Baik Bareskrim maupun KPK seperti menyimpan kasus Lino di dalam peti es. Mantan Dirut Pelindo II itu seakan tak tersentuh.

"Sepertinya KPK lebih berani kepada Ketua DPR Setya Novanto ketimbang RJ Lino. Terbukti, belum lama menjadi tersangka Novanto sudah diburu dan kemudian ditahan," ujarnya

Sebaliknya lanjut Neta, RJ Lino meski sudah dua tahun jadi tersangka, seakan KPK tidak berani menyentuhnya, apalagi menahannya seperti Setya Novanto.

"Tampaknya Lino lebih kuat dari Novanto. Terbukti, walau punya dua kasus, di KPK dan Bareskrim tapi Lino tetap aman aman saja".

Untuk itu, sikap tegas KPK terhadap Novanto ini juga harus ditunjukkan kepada RJ Lino. Sehingga KPK tidak dituding tebang pilih dalam menangani kasus kasus korupsi. KPK harus membuktikan bahwa Lino tidak kebal hukum dan kasusnya harus segera dilanjutkan.

"Begitu juga dengan Bareskrim Polri, jika kasus Lino tidak bisa dilanjutkan sebaiknya di SP3 saja agar ada kepastian hukum dan tidak muncul kesan bahwa Bareskrim takut terhadap Lino hingga kasusnya diendapkan," jelasnya.

IPW berharap, keberhasilan KPK-Polri membangun soliditas dalam memburu Setya Novanto harus dilanjutkan dan ditunjukkan kedua lembaga itu untuk menuntaskan kasus korupsi yang diduga melibatkan RJ Lino.

"Sehingga tidak ada kesan bahwa KPK -Polri lebih takut pada Lino ketimbang pada Setya Novanto," demikian ia menjelaskan.