Friday, 24 November 2017

Jenderal Gatot: Kepala jadi Kaki Saya Lakukan untuk Bongkar Kasus Helikopter AW 101


Jakarta, PenaOne - Panglima TNI Gtot nurmantyo berjanji akan menuntaskan kasus pengadaan Helikopter AW-101 yang diduga melibatkan anak buahnya.

Gatot menjelaskan, sesuai perintah Presiden RI agar kasus pengadaan Helikopter AW-101 yang diperkirakan merugikan negara sebesar 200 M tersebut harus diusut sampai tuntas. 

"Kalau Presiden memerintahkan kepada Panglima TNI, kepala jadi kaki pun harus saya lakukan untuk berhasil,” ujarnya kepada wartawan usai membuka Munas XV Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) pada acara malam akrab Rapat Kerja Pusat (Rakerpus) dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-15 Pepabri di ruang Balairung Kencana, Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu malam (22/11/2017).

Pihaknya kata Gatot, sudah mengambil langkah-langkah bersama Angkatan Udara (AU) untuk melakukan investigasi dan bersama KPK memeriksa saksi-saksi. Dari informasi inilah kita kembangkan.

"TNI dan Polri  mengadakan penyelidikan dan penyidikan serta memanggil mantan Kasau untuk diminta keterangan sebagai saksi dan sudah akan datang,” tutur Gatot.

Belakangan, nama mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal (Purn) TNIAgus Supriatna diduga turut terlibat dalam kaitan kasus itu. Bahkan, Agus pernah dikabarkan akan diperiksa secara paksa oleh POM TNI.

Namun, rumor itu dibantah langsung Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Letnan Jenderal Dodik Widjanarko.

"Belum, nanti kalau sudah ada pasti diberitahu. Kalau belum kan bisa mungkin ada," kata Dodik saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Minggu (19/11/2017).

Diketahui, mantan KASAU Agus Supriatna saat ini baru menjadi saksi atas tersangka Letkol Adm Wisnu W. Letkol Adm Wisnu W. (tan/anis)