Friday, 17 November 2017

Kemenag Dorong Berdirinya MAN IC di Kaltara


Jakarta, PenaOne - Kementerian Agama RI, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mendorong didirikannya Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Dari 34 provinsi di Indonesia, baru 20 provinsi yang terbangun MAN IC, tiga diantaranya di pulau Kalimantan yaitu, MAN IC Kab. Paser Panajam Utara, Kalimantan Timur, MAN IC Kab. Tanah Laut, Kalimantan Selatan, MAN IC Kab. Sambas, Kalimantan Barat.

Kepala Sub Direktorat Kurikulum dan Evaluasi, Dr. Basnang Said, S.Ag., M.Ag. mengatakan, Dirjen Pendidikan Islam menargetkan pembangunan MAN IC dapat didirikan minimal masing-masing satu disetiap provinsi.

Terkait dengan rencana pembangunan MAN IC diseluruh wilayah Kalimantan, ia berharap provinsi ke 34 (Kaltara-red) di Indonesia ini bisa segera terbangun seiring terpisahnya dari provinsi Kalimantan Timur.

“Kami dari Kementerian Agama RI, berharap secepatnya MAN IC diseluruh provinsi ini segera terbangun. Salah satu nya di Kaltara, kita berharap pemerintah provinsi Kaltara bisa menyiapkan lahan yang dihibahkan kepada Kanwil Agama di masing-masing daerah”, ujar Alumni IAIN Alauddin Makasar ini, diruang kerjanya, Kamis (16/11/2017)

Dikatakannya, untuk mewujudkan pembangunan MAN IC di Kaltara dibutuhkan lahan sedikitnya 10 hektar untuk pembangunan fisik berupa pembangunan asrama, kampus belajar, laboratorium bahasa, sarana ibadah dan fasilitas penunjang lainnya. Termasuk sarana ibadah, olahraga dan taman hijau terbuka.

“Pembangunan MAN IC ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan pendidikan Aliyah lainnya, karena lebih mengutamakan penanaman sikap dan perilaku yang terintegrasi dalam semua aspek pembelajaran yang tidak didapatkan disekolah-sekolah madrasah lainnya maupun di sekolah umum," pungkas pria asal Polewali mandar ini.

Lebih jauh Basnang menjelaskan, MAN IC adalah pendidikan masa depan atau magnet school yang dibuat oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ BPPT pada tahun 1996.

MAN IC lanjut dia, juga mengutamakan keseimbangan sains dan tekhnologi dengan iman dan taqwa, melalui sistem pendidikan yang terintegrasi dengan ilmu pengetahuan umum seperti Matematika, fisika, kimia dan biologi (Mafikibi).

“MAN IC ini sebenarnya memadukan sistem pembelajaran boarding dengan schooling, menyeimbangkan kekuatan intelektual dengan moral," tandas pria bersahaja ini.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Islam Tarbiyah (STIT) AL Anshar Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara, Sudarmin, S.Ag, M.Pd. mengapresiasi dan mendukung penuh rencana Kemenag RI mendidikan MAN IC di Kaltara.

Menurutnya hal ini sangat penting sebagai wilayah perbatasan dalam mendapatkan pendidikan yang berkualitas untuk mempersiapkan kader estaped kepemimpinan bangsa sebagai pemimpin masa depan dimasa yang akan datang.

“Maka akses pendidikan yang bermutu harus dibuka secara luas di daerah perbatasan. Terutama, daerah-daerah yang masih minim dan tertinggal kualitas pendidikannya. Sebab pemerintah merasa berdosa apabila tidak membuka akses pendidikan secara merata di wilatah perbatasan Kaltara ini," ungkap Sudarmin. (Agus Tomadio/bian)