Thursday, 23 November 2017

Mabes Polri: Kasus YL Terus Lanjut


Jakarta, PenaOne - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjend Pol Rikwanto mengatakan, beredarnya  berita di media yang menyatakan bahwa kasus penistaan yang melibatkan saudara VL sudah di hentikan/SP3 oleh penyidik Bareskrim adalah tidak benar.

Kasus tersebut lanjut dia,  masih berjalan dan dalam status penyelidikan.

"Penyidik masih memerlukan beberapa keterangan lagi dari saksi-saksi yang hadir di TKP saat hal tersebut terjadi termasuk juga dari saksi ahli bahasa," ujarnya dalam siaran pers.

Selanjutnya kata dia, karena sdr VL anggota DPR penyidik juga  akan melakukan langkah  koordinasi dengan DPR dalam kaitan UU MD3.

Proses selanjutnya akan  ditangani MKD DPR dulu karena yang bersangkutan adalah anggota DPR. Sehingga perlu diuji oleh MKD apakah pernyataannya tersebut dalam kapasitas sebagai anggota DPR yang sedang jalankan tugasnya sebagai wakil rakyat atau kapasitas sebagai pribadi.

"Sesuai UU MD3 nomor 17 tahin 2014 tentang imunitas anggota DPR  pasal 224 ayat (1) dan (2)  yaitu pernyataan, pertanyaan, pendapat, sikap dan tindakan yang diekspresikan di dalam dan diluar rapat DPR," jelasnya.

Sama dengan beberapa profesi lain yang juga ada aturan hukumnya. Seperti praktek dokter yang dilaporkan malpraktek, maka penyidik akan meminta keterangan dari IDI atau Ikatan dokter indonesia.

"Untuk urusan profesi wartawan maka ada UU Pers yang melindungi profesi wartawan. Penyidik polri akan meminta Dewan pers dulu yang menyidangkan," ungkapnya.

Dijelaskan Rikwanto, pernyataan Dirtipidum Brigjen Pol Heri Rudolf Nahak  menginformasikan  bahwa proses kasus sdr VL sedang berjalan dan penyidik  membutuhkan hasil dari sidang MKD DPR sebagai masukan kepada penyidik dalam kelanjutan proses hukumnya.

Belakangan YL diduga fungsionaris partai Nasdem dan kini duduk sebagai anggota DPR RI. (tan/bilal)