Thursday, 23 November 2017

Yudi Latif dan GMKI Tukaran Buku Soal Pancasila

Foto @Staf UKP-PIP

Jakarta, PenaOne - Setelah kemarin ada "silang pendapat" antara Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif, pagi tadi keduanya melalukan sebuah pertemuan.

Apa isi pertemuan itu..?

"Kepala UKP Pancasila Bertukar Buku Pancasila dengan Ketum GMKI. Pagi ini.
#SalamPancasila," kata Staf UKP-PIP Partogi Sirait dalam pesan elektronik yang dikirimkan ke Redaksi PenaOne.com Kamis (23/11/2017).

Foto @staf UKP-PIP
Sebelumnya, Koordinator Wilayah Maluku Pengurus Pusat GMKI Dodi Soselisa mengatakan, Yudi Latif tidak mengisi dalam International Interfaith Dialogue (IID) dan Pertemuan Nasional Senior Gerakan GMKI di Ambon 19 November lalu karena "ngambek" karena panitia terlambat datang menjemput di Bandara.

"Saat itu, Kepala UKP-PIP sebenarnya sudah tiba di Ambon untuk menjadi keynote speaker acara IID dengan tema Kembali ke Pancasila Untuk Merawat Kebhinekaan," ujarnya kepada PenaOne.com Selasa (21/11/2017).

Lanjutnya, ada miskomunikasi dengan panitia sehingga mobil yang menjemput Yudi Latif telat sampai ke bandara.

"Beliau kemudian langsung naik taksi menuju hotel, padahal peserta masih menunggu di Taman Budaya, lokasi pelaksanaan pembukaan IID," ujarnya.

Dodi menyampaikan, jika panitia sudah datang ke hotel untuk meminta maaf. Namun Kepala UKP-PIP dan stafnya menolak untuk bertemu.

"Panitia tiga kali datang ke hotel untuk meminta maaf. Bahkan yang ketiga kalinya Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI bersama beberapa pengurus lainnya juga ikut ke hotel untuk menyampaikan permohonan maaf dan mengajak Yudi Latif menuju ke lokasi acara. Pada saat tiba di hotel, Ketum berpapasan dengan Yudi Latif dan stafnya di lobi hotel," jelasnya.

Ketum saat itu, langsung menyampaikan permohonan maaf dan mengatakan bahwa acara masih berlanjut. Peserta serta undangan masih menunggu Yudi Latif. Beberapa undangan tersebut antara lain Walikota dan Wakil Walikota Ambon.

"Sayangnya, Yudi Latif tidak memberikan respon dan lebih memilih mencari tempat untuk makan malam," ungkap Dodi.

Dodi melanjutkan, wajar jika Kepala UKP-PIP kecewa karena telat dijemput. Tapi panitia sudah tiga kali meminta maaf. Seharusnya sebagai pejabat negara setingkat menteri, Yudi Latif berkarakter negarawan. (tan/bilal)