Thursday, 7 December 2017

Kopi Indonesia Rajai Impor di Mesir

Dirjen PEN Arlinda bersama Dube Mesir saat mengunjungi pabrik kopi di Cairo, Mesir.
Cairo, PenaOne - Pemerintah Indonesia menyebut kopi Indonesia yang di ekspor ke Mesir  ternyata menjadi raja di negeri Piramid itu.

"Hampir 70 persen kopi yang diimpor Mesir berasal dari Indonesia," kata Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda saat mengunjungi sebuah pabrik kopi di Cairo, Mesir Rabu (6/12/2017).

Arlinda menjelaskan, selain Indonesia, Mesir juga mengimpor kopi dari negara Vietnam, Brazil, Brazil dan Kolumbia.

"Negara lain sekitar 30 persen, 70 persennya kopi dari Indonesia. Kata orang Mesir kopi dari Indonesia bagus kualitasnya. Sehingga kopi dari Indonesia itu biasanya buat bahan campuran dari kopi negara lain," tambahnya.

Menurut Arlinda, kopi Indonesia yang di ekspor ke Mesir berasal Jawa, Sulawesi, Bali.

Berdasarkan data BPS, lanjut Arlinda, ekspor kopi Indonesia ke Mesir pada tahun 2016 mencapai US$41,25 juta.

Kopi Indonesia merupakan produk terbesar yang dibeli buyer Mesir pada Trade Expo Indonesia 2017 dengan transaksi sebesar US$30 juta.
Di sisi lain, ekspor kelapa sawit ke Mesir pada tahun yang sama mencapai US$657,28 juta, sedangkan ekspor kelapa sawit Indonesia ke dunia mencapai US$18,1 miliar.

"Masih banyak peluang ekspor kopi dan kelapa sawit ke Mesir. Untuk itu, diharapkan melalui misi dagang ini, kita bisa meningkatkan ekspor kedua komoditas tersebut lebih besar lagi ke Mesir," sebut Arlinda.

Total perdagangan Indonesia-Mesir pada tahun 2016 mencapai US$1,46 miliar dengan nilai ekspor Indonesia sebesar US$1,1 miliar dan impor US$352 juta. Dengan demikian Indonesia surplus US$758,3 juta.

Sementara itu, total perdagangan kedua negara periode Januari-September 2017 tercatat mencapai US$1,12 juta atau surplus bagi Indonesia sebesar US$726,10 juta.

Dalam kunjungan ke pabrik kopi itu Arlinda terlihat bersama Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Mesir Hilmy Fauzi.

Tak lupa Arlinda juga memboyong 15 perusahaan sawit, kopi dan kertas  yang ikut dalam misi dagang ke Cairo untuk mengunjungi pabrik kopi tersebut. Kelima belas perusahaan tersebut diantaranya; PT Sabani Internasional, PT Alwyni Internasional-Agrorina, Indonesia Palm Oil Asscociation (IPOA), PT Indonesia Mice Servis, Indonesia Palm Oil Board (IPOB), PT Kalianda Berkah Indonesia Coffe Instant, PT Musimas Palm Oil, Asia Pulp & Paper  (APP), PT Radian Kharisma Wisata, PT Asal Jaya Coffe, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GPKSI), Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), House off Coffee Barista Coffee, Nusantara Coffee (Noozkaf) Cofee. (tan/anis)