Masyarakat Sekitar Kunci Keberhasilan Pembangunan

Depok, PenaOne - Pembangunan infrastruktur diberbagai pelosok tanah air terus dilakukan pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi guna mensejahterakan rakyat.

Bagaimana cara merangkul elemen masyarakat sekitar dengan baik dan, mengajaknya berdialog guna memberikan pengertian arti pentingnya proyek infrastruktur menjadi kunci keberhasilan kelancaran pembangunan.

Hal itu dikatakan Ben Antono, S.Kom, Tenaga Ahli Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila atau  UKP-PIP dalam diskusi yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) di pelataran Gedung Departemen Manajemen, FEB UI Sabtu (23/12/2017) lalu.

Ben Antono yang pernah menjadi menjadi staf khusus Menteri perhubungan era Ignasius Jonan itu melanjutkan, mestinya ada kolaborasi yang efektif antara ilmuwan sosial dan para perancang kebijakan teknis dalam perencanaan program infrastruktur.

Dulu, salah satu bandara di Papua masih belum dibangun dimasa pemerintahan Jokowi adalah bandara Wamena. Kemudian menjadi saksi dari keadaan nyatanya betapa keadaan waktu itu memang sangat kacau kemudian diperbaiki, kelas bandara dari segi kapasitas penumpang membuka akses ke Wamena secara lebih nyaman.

"Apa yang kita saksikan tidak hanya membangun tapi juga menciptakan sesuatu yang baru. Ada lagi Bandara DEO Lama Sorong," jelasnya.

Satu hal yang menarik adalah kondisi bandara yang masih berantakan kemudian disulap menjadi begitu bagus. Aspek insfrastrukur daerah merupakan salah satu aspek lingkungan dan keberlanjutan, imbuhnya.

Sektor infrastruktur adalah sektor publik yang pelik, sebenarnya ranahnya begitu luas, kompleksitas mengurusi masyarakat yang nantinya akan jadi korban juga menjadi tantangan.

"Masyarakat merupakan elemen penting dan subjek pembangunan. Maka pembangunan harus memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat," demikian Ben Antono menjelaskan.

Ditempat yang sama salah satu pemateri Prof. Dr. Bambang S. Laksmono, memaparkan komoditas, konektivitas dan in situ eco resouces, yakni optimalisasi sumberdaya lokal menjadi kunci keseimbangan dalam pembangunan.

“Kuncinya bagaimana menyeimbangkan antara konektivitas, komoditas dan sumberdaya lokal dapat lebih inklusif dan juga seimbang,” ungkapnya.  (*/anis)