Wednesday, 6 December 2017

Polda Papua Perintahkan Oknum Polisi Pengacam Wartawan Ditangkap

Kabid Humas Polda Papua Pol A Kamal
Mimika, PenaOne - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Papua menyayangkan terjadinya ancaman yang dilakukan oleh seorang oknum anggota Polres Mimika Berinisial (DS) menggunakan senjata laras panjang menghancurkan tempat berkumpulnya wartawan Timika di depan kantor Sat Lantas Polres Mimika, Rabu (6/12) dinihari.

“Tindakan oknum tersebut justru kembali menciderai upaya pimpinan Polri yang ingin menjalin hubungan harmonisasi dengan para pekerja media di Timika. Ini tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh anggota kepolisian sebagai pengayom masyarakat,” tegas Ketua Komisi A DPRD Mimika, Saleh Alhamid melalui pesan singkatnya melalui Whats Ahap, Rabu (6/12/1017) siang.

Saleh menegaskan, perbuatan amuk dengan menggunakan senjata api disertai dengan ancaman untuk menembak mati terhadap masyarakat sipil adalah perbuatan yang sangat berbahaya dan dapat dikatagorikan perbuatan tindak pidana dan dapat di hukum.

“Saya melihat anggota polri saat ini kurang menghargai pimpinannya. Mereka juga tidak merasa takut karena peraturan internal di Kepolisian saat ini terlalu longgar. Kalau dulu seorang Kapolres dapat langsung memasukan anggota ke dalam tahanan selama 21 tanpa proses penyidikan jika dianggap melanggar disiplin,apalagi sampai mengancam dengan senjata api disertai pengrusakan sangat berat hukumannya,” katanya.

Wartawan di Timika Diancam Pakai Laras Panjang 

Tadi malam, Selasa, (5/12/2017) sekitar Pukul 24.30 WIT, bertempat kios milik Tanzil Azhari tepatnya depan kantor Satlantas Polres Mimika, jalan Budi Utomo Timika yang dijadikan tempat mangkal para wartawan Timika dilakukan tindakan dirusak oleh oknum polisi berinisial (DS).

Kronologis menurut beberapa saksi yang juga wartawan, oknum anggota Polres Mimika tersebut  mendatangi tempat nongkrong wartawan sekitar pukul 24.30 WIT. Sambil berteriak-teriak dia berucap siapa wartawan yang jago disini.

Sambil terus "mengoceh" oknum itu berjalan menuju arah kios sambil memukul atap seng. Oknum polisi yang berpostur tinggi  besar datang sendiri dengan pakaian preman.

Tidak hanya itu, oknum polisi itu juga  mengeluarkan kalimat cacian dan makian kepada seluruh wartawan.Kata kata itu sangat menciderai wartawan. 'kalian wartawan tidak tau malu, kalian hidup dari polisi saja kok gaya sekali. Info dapat dari polisi kok," ucapnya dengan nada dipengaruhi minuman keras.

Melihat aksinya itu beberapa anggota polisi yang ada di TKP satu perwira dan tiga anggota lainya berusaha menenangkan oknum polisi tersebut ke lantas.

Suasana sempat hening namun tiba tiba oknum polisi itu kemudian kembali dengan mengeluarkan kata dengan nada kasar, ‘siapa yang jago disini anj.....sambil memunjukan kepal tangan ke arah salah satu IT seputar Papua.com bernama Yandri.

Kalimat yang dikeluarkan terus keluar dari oknum berinisial DS. Sambil teriak, “Mana Saldi mana Saldi. Bilang sama dia Jangan sampai saya ketemu dia, saya ramas dia. Saya baru dari Tembagapura kalian jago sekali eee, saya tidak takut di pecat. Saya akan tembak mati kalian Saya siap diperiksa propam," ucap salah satu wartawan Papualink, Markus yang saat itu ada dilokasi.

Belum puas dengan ancaman, oknum polisi kemudian pergi dan kembali lagi sekitar 30 menit dengan mengunakan ojek sambil membawa senjata Laras panjang  dengan amunisi lengkap.

Setelah puas memaki dia pergi lagi dan sekitar pukul 02.00 WIT dini hari dia kembali dengan membawa senso dan merusak bangku dan meja yang ada. Untungnya pada saat melakukan aksi perusakan, sudah tidak ada wartawan atau orang lain. Warga yang tinggal di sekitar tempat nongkrong itu yang melihat aksi pengrusakan.

Sikap Polda Papua

Kabid Humas Polda Papua, Kombes A Kamal ketika dikonfirmasikan terkait peristiwa tersebut membenarkan kejadian tersebut dan memerintahkan agar oknum anggota berinisial DS untuk segera ditangkap dan diamankan.

“Kami sudah memerintahkan untuk dicari. Bila pelakunya sudah ditangkap akan segera digiring ke Mapolda Papua untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas A Kamal. (tim/tan)