Demokrat Bantah SBY Terlibat Proyek E-KTP

Jemmy Setiawan
Jakarta, PenaOne - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Partai Demokrat Jemmy Setiawan menegaskan jika Ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhono (SBY) tidak ada kaitannya dengan proyek E-KTP.

Jemmy meminta, media untuk berhati-hati menyebut identitas 'narasumber'. Kata Jemny, media jangan terjebak turut menframing Partai Demokrat dengan informasi sesat bahwa Mirwan Amir adalah Politikus Partai Demokrat.

"Kami sampaikan bahwa Mirwan Amir sudah lama tidak menjadi kader Partai Demokrat. Beliau sudah bergabung ke partai lain," tegas Jemmy saat di kontak Redaksi PenaOne.com Jum'at (26/1/2018).

Menurut Jemmy, fakta persidangan menarik terkait kssus korupsi yang melibatkan terdakwa Setya Novanto yang juga bekas Ketua Umum Partai Golkar.

Dari deretan saksi-saksi yang dihadirkan ternyata memperlihatkan dugaan peran terdakwa semakin nyata. Namun, fakta ini hendak dikaburkan oleh pengacara terdakwa yakni Firman Wijaya.

"Keterangan saksi Mirwan Amir bahwa ia pernah menyampaikan informasi soal E-KTP kepada presiden SBY diputar balikan. Sehingga menjadi kesan seolah-olah SBY lah otak E-KTP," urainya.

Jemmy mencurigai jika Firman Wijaya harus membela kliennya dengan sangat berat mengingat kuatnya bukti dan fakta persidangan yang memberatkan  kliennya.

Akibatnya  Firman Wijaya panik. Dan memungut informasi sepotong. Akibatnya yang timbul adalah kebohongan besar.

"Rangkaian fakta persidangan  dari saksi-saksi dan terdakwa sebelumnya memperliatkan tidak sedikitpun ada keterlibatan SBY dalam korupsi E-KTP," tegasnya.

Jemmy menyarankan, agar Firman Wijaya berkonsentrasi kepada perkara kliennya. Kebohongan bisa ditutupi, tapi sementara. Kebenaran tidak bisa ditutupi meskipun ada yang berusaha mengaburkannya.

"Karena itulah  saya yakin SBY sama sekali tidak terlibat sama sekali dalam korupsi E-KTP," tegas Jemmy.

Jangan membangun sentimen public dengan cara seolah-olah ada restu SBY dalam projeck E- KTP. Itu sama saja mengunakan jalan fitnah sebagai upaya membela klien nya sendiri.

"Jangan turut memberikan sumbangsih framing kegelapan dalam penegakan hukum dengan salah mendifinisikan hal di atas," pungkas Jemmy.

Kemarin, Mirwan yang kini menjadi politisi Partai Hanura mengaku dirinya telah mengusulkan kepada SBY untuk menghentikan proyek E-KTP di Cikeas. Merespons usulan itu, SBY menyatakan proyek tersebut harus diteruskan karena sudah mendekati pilkada.

“Tanggapan SBY, bahwa ini menuju pilkada, bahwa proyek ini harus diteruskan,” kata Mirwan saat dihadirkan Jaksa KPK bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tindan Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Mirwan mengaku mengetahui adanya masalah proyek E-KTP dari temannya, pengusaha Yusman Salihin. Yusman bahkan sudah menyurati pemerintah terkait permasalahan itu.

“Saya tidak memiliki kekuatan untuk menyetop program E-KTP ini, tapi saya sudah sampaikan atas saran Pak Yusman,” tambah Mirwan. (tan)