Indonesia Serukan Perlunya Langkah Konkret Perjuangkan Kemerdekaan Palestina


Cairo, PenaOne – Pengakuan atas kemerdekaan Palestina terus diperjuangkan oleh Indonesia di berbagai kesempatan dan di beragam forum internasional. Terutama, setelah dikeluarkannya pengakuan sepihak Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. Sikap tersebut kemarin (17/1) kembali disuarakan oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifudin yang hadir mewakili Indonesia dalam pembukaan Konferensi Internasional untuk Al-Quds Al-Syarif (Yerusalem) yang diselenggarakan Universitas Al-Azhar di Cairo, Mesir.

Selain menegaskan kembali penolakan dan kecaman Indonesia atas pengakuan AS tersebut, Menag juga mengajak dunia Islam untuk mengutamakan prinsip-prinsip perdamaian dalam perjuangan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Langkah-langkah strategis dan konkret untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina perlu dilakukan secara serius dan berkesinambungan, baik dalam bentuk material maupun moril. Energi 'kemarahan' umat Islam harus bisa disalurkan ke arah yang positif, bukan sebaliknya dimanfaatkan untuk melakukan tindakan-tindakan yang justru akan mengganggu proses perdamaian dan mencoreng citra Islam dan umat Islam,” ujar Menag dalam pidatonya.

Untuk mendukung upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina pada masa mendatang, Menag merekomendasikan perlunya memasukkan isu Yerusalem kedalam sistem pendidikan di negara-negara Islam untuk meningkatkan kesadaran mengenai Palestina dan Yerusalem.

Disampaikan pula mengenai komitmen Indonesia untuk terus mendukung pembangunan dan memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina, antara lain dengan memberikan beasiswa kepada pemuda-pemudi Palestina.

Menag juga mengajak hadirin untuk menyambut baik keputusan Sidang Umum PBB pada 21 Desember 2017 lalu yang mendesak AS untuk menarik keputusan yang menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Dia juga menyampaikan bahwa dukungan Indonesia atas kemerdekaan Indonesia adalah bagian dari amanat konstitusi Indonesia, yang menjunjung tinggi kemerdekaan untuk menciptakan perdamaian dunia.

“Perdamaian dunia hanya dapat dicapai jika Palestina memiliki kemerdekaan, kedaulatan, dan martabatnya sebagai anggota masyarakat internasional yang setara,” ujar Menag dalam pidato resminya.

Konferensi Internasional untuk mendukung Al-Quds Al-Syarif berlangsung pada 17-18 Januari 2018 atas prakarsa Grand Sheikh Al-Azhar, Ahmed At-Tayyeb. Dalam pesannya, Grand Sheikh menyampaikan bahwa hasil konferensi tersebut akan sangat signifikan bagi dunia Islam, terutama dalam mengembalikan kepercayaan terhadap para pemimpin Islam dan meredam aktivitas terorisme yang mengatas namakan Islam.

“Masyarakat Palestina, dan jutaan bangsa Arab serta umat muslim lainnya, hendaknya tidak kehilangan kepercayaan mereka terhadap efisiensi komunitas internasional dan institusi-institusi internasional dalam menyelesaikan permasalahan Palestina. Isu ini juga hendaknya tidak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok ekstrimis untuk menyulut kebencian dan kekerasan yang ingin mereka sebarkan ke seluruh dunia,” ujar Grand Sheikh dalam kata pengantarnya.

Wakil dari 86 negara, organisasi internasional, serta berbagai kelompok keagamaan hadir dalam konferensi tersebut. Beberapa diantaranya adalah Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Paus Koptik Ortodoks Twadros II, Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Yusuf bin Ahmed Al-Uthaymeen, Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, Ketua Parlemen Kuwait Marzouq Al-Ghanim, serta Menteri Agama Kerajaan Arab Saudi Sheikh Saleh bin Abdul-Aziz Al ash-Sheikh.

Selain Menag, beberapa tokoh Indonesia yang kemarin ikut hadir dalam konferensi antara lain negarawan dan ulama Quraisy Shihab, Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional (IAAI) sekaligus Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH M Zainul Majdi, serta Duta Besar Helmy Fauzy.

“Partisipasi para tokoh ini menunjukkan peran aktif Indonesia sebagai negara dengan komunitas Muslim terbesar untuk ikut serta dalam menyelesaikan permasalahan Palestina sesuai agenda keumatan yang sekaligus juga merupakan agenda kemanusiaan. Ini sekaligus menegaskan kembali bahwa Palestina adalah nafas diplomasi Indonesia,” ujar Duta Besar Helmy.

Selain menghadiri Konferensi Internasional untuk Palestina, kehadiran Menag di Mesir juga diisi dengan berbagai aktivitas, antara lain bertemu dengan Grand Sheikh Al-Azhar, Rektor Universitas Al-Azhar, serta melakukan pertemuan dan makan siang bersama mahasiswa Indonesia di Asrama Indonesia di kompleks Universitas Al-Azhar.