Kubu Ambara Sebut SK Hanura Kubu OSO Tidak Sah

Sarifudin Suding Cs saat menggelar jumpa pers di hotel Ambara. @net
Jakarta, PenaOne - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Hanura kubu Ambhara yang dimotori Sarifuddin Sudding, Dadang Rusdiana meyakini Oesman Sapta Odang (OSO) telah melakukan intervensi ke Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly dalam penerbitan SK pengurus partai Hanura kubu Manhattan.

“Kalau itu pasti, kalau Pak OSO sebagai Ketum telepon ke sana kepada Menkumham baik sebagai Ketua DPD RI maupun Wakil Ketua MPR RI, tapi kan nggak boleh begitu. Jadi sesuatu harus ditempatkan yang benar dari sisi hukum bukan sisi kepentingan politiknya,” ujar Dadang kepada wartawan Sabtu (19/1/2018).

Dadang mengatakan bahwa SK yang diberikan oleh Menkumham kepada Partai Hanura kubu Oso tidak sah. Alasannya, kata dia, tidak melibatkan dewan pembina Partai Hanura, Wiranto.

“Jadi saya mengajak kawan-kawan kubu sana (OSO) baca AD/ART dan lihat posisi Ketua Dewan Pembina apakah keputusan melalui Oso itu melibatkan dewan pembina atau tidak,” tuturnya.

Selain itu, kata Dadang, dengan tidak dilibatkan Wiranto di dalam SK tersebut, maka SK itu tidak dapat digunakan sebagai dasar yang kuat untuk melakukan tindakan organisasi.

“Jadi DPP itu yang dibentuk itu oleh pak OSO tidak punya kewenangan organisasi untuk melakukan apapun, jadi cacat,” pungkasnya.

Pada Rabu, 17 Januari 2018 Menkumham Yasonna Laoly, telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang mengakui kepengurusan Oesman Sapta Odang (OSO). SK yang bernomor M.HH-01.AH.11.01 tahun 2018. (tan/ambar)