Kursi Mendagri 'Digoyang' Demokrat


Tjahyo Kumolo. @Net
Jakarta, PenaOne - Rencana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo yang mengusulkan dua orang polisi aktif menjadi Plt Gubernur dinilai merendahkan martabat Aparatur Sipil Negara (ASN) sendiri.

Penilaian itu disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyoal rencana Tjahyo Kumolo akan menunjuk Plt Gubernur dari institusi Kepolisian cq polisi aktif.

"Ini menunjukan kalau pembinaan ASN dibawah Menteri Tjahyo Kumolo dilingkungan Kemendagri gagal total," kata Jansen dalam siaran pers kepada Redaksi PenaOne.com Jum'at (26/1/2018).

Tindakan Tjahyo Kumolo yang harus "mengimpor" Plt Gubernur dari Kepolisian ini akan berakibat fatal.

"Dengan gagalnya Mendagri membina ASN ini, menurut saya Mendagri layak mundur atau diganti oleh Presiden Jokowi," tegasnya.

Jansen berharap dari kejadian ini, para Pegawai Negeri se-Indonesia, utamanya organisasi KORPRI (Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia), bersuara!

"Angkat bicaralah. Apa memang betul tidak ada lagi pegawai negeri di Indonesia ini yang eselonnya sudah cukup syarat, yang mampu jadi Plt Gubernur?," demikian Jansen Sitindaon menjelaskan.

Sebelumnya, Mendagri mengusulkan kepada Presiden Asisten Operasi Kapolri (Asops) Irjen Pol. Mochamad Iriawan sebagai Plt Gubernur Jabar dan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol. Martuani Sormin sebagai Plt Gubernur Sumut.  (tan/dimas)