Posisi Mentan Perlu Dievaluasi


Jakarta, PenaOne - Ketua Umum DPP Laskar Hasanah Jokowi, NR Icang Rahardian, SH Mengatakan
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dinilai gagal menjadikan Indonesia sebagai swasembada pangan. Hal itu terkait kebijakan pemerintah soal impor beras sebanyak 500.000 ton.

Ketua DPP Laskar Hasanah Jokowi Mengingatkan kembali Memori kita semua atas janji Mentan, sebelum dilantik sebagai menteri, Amran berjanji akan mengundurkan diri dari kabinet Jokowi jika selama tiga tahun gagal menjadikan Indonesia swasembada pangan.

"Dimana Mentan pernah berikrar, jika Indonesia tidak menjadi swasembada pangan akan mengundurkan diri. Itu seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi Jokowi," kata dia, melalui pesan singkatnya, Jakarta, Jumat (19/1).

Untuk itu, kata Pilian, Presiden Jokowi seharusnya mengevaluasi kinerja Mentan yang dianggap gagal dalam meningkatkan kesejahteraan para petani di tanah air.

"Presiden Jokowi seharusnya mengevaluasi para menterinya, apakah layak dipertahankan. Itu terbukti dengan kebijakan impor 500 ribu ton beras," tegasnya.

Padahal, lanjut Pilian, bantuan APBN yang begitu besar dikucurkan terhadap ketahanan pangan tidak dimanfaatkan secara maksimal. Dimana, pada tahun 2016 subsidi pupuk sebanyak 9,55 juta ton atau sebesar Rp 31,2 triliun dan subsidi benih padi dan kedelai 116.500 ton.

Sementara, untuk bantuan alat dan mesin pertanian sebanyak 100.000 unit pada 2016 dan 80.000 unit pada tahun 2015. "Ini sama saja mencederai citra Presiden Jokowi yang pro rakyat dan petani," tegasnya.

Kata dia, reshuffle kabinet yang baru dilakukan Presiden Jokowi belum sempurna. Meski mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang mengangkat Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

"Saya mengapresiasi penunjukkan Moeldoko, tapi sangat disesalkan kemudian evaluasi yang dilakukan Presiden Jokowi itu tidak menyeluruh," pungkas Icang.