Anas Bantah ada Pertemuan dengan Firman Wijaya dan Mirwan Amir

Twitter @anasurbaningrum
Jakarta, PenaOne - Mantan Ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah adanya pertemuan antara dirinya dengan Firman Wijaya, Mirwan Amir dan Saan Mustopa di LP Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

 "Jelas bahwa tidak pernah ada pertemuan di Sukamiskin yg dihadiri oleh Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, Mirwan Amir dan Saan Mustopa," kata Anas dalam akun twitternya @anasurbaningrum yang dilihat Redaksi PenaOne.com Minggu (11/2/2018) malam.

Akun twitter Anas tersebut, kini dioperasikan oleh admin yang menanakan dirinya *abah.

Baca: Kalau Mau Bela SBY Jangan Pakai Cara Licik!

Dalam postingan yang diuplood Sabtu (10/2/2018) kemarin, *abah juga membubuhkan secupuk surat dan ditandatangani Anas Urbaningrum.

"Terpikir untuk bikin pertemuan saja tidak pernah. Tidak ada hujan kok tiba-tiba ada banjir hoax. *abah," kata Anas lagi.

Twitter @anasurbaningrum
Dibagian lain, Anas juga menuliskan 10 point yakni;
1. Awalnya saya geli dengar cerita ada tuduhan pertemuan di Sukamiskin untuk merancang fitnah kpd Pak SBY dan Mas Ibas.

2. Tetapi karena menjadi berita luas, dagelan itu perlu diluruskan. Karena bisa menyesatkan. *abah

3. Jelas bahwa tidak pernah ada pertemuan di Sukamiskin yg dihadiri oleh Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, Mirwan Amir dan Saan Mustopa.

4. Terpikir untuk bikin pertemuan saja tidak pernah. Tidak ada hujan kok tiba-tiba ada banjir hoax. *abah


5. Itu cerita hoax yg berasal dari Surat Hoax yg entah dibikin oleh siapa. Tetapi jelas disebarkan oleh siapa saja.

6. Mudah banget untuk membuktikan pertemuan itu fakta atau hoax. Ada CCTV, buku tamu dan banyak warga yg bisa ditanya. *abah


7. Hoax kok dipercaya dan disebarkan. Lalu kemana kampanye anti hoax dan fitnah yg blm lama dideklarasikan?

8. Hoax juga disebarkan hampir bersamaan dgn narasi jihad untuk keadilan. Ada kontradiksi yg nyata di antara keduanya. *abah

9. Citra, kekuasaan, ketenaran dan kekayaan boleh dicapai. Tapi caranya tdk mesti dgn menista orang lain dgn hoax dan tuduhan konspirasi fitnah.

10. Keadilan musti diperjuangkan dgn cara2 yg sejalan dgn makna keadilan itu sendiri. *abah

(dias/tan)

Baca: Ini Nomor LP SBY di Bareskrim Polri