Andi Arief: Polisi Kadung Dianggap Tak Adil...

twitter @andiarief
Jakarta, PenaOne - Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menilai, posisi Kepolisian saat ini sudah kadung dianggap tidak adil terhadap agama tertentu.

Bahkan, Andi yang dulunya aktivis mahasiswa dari salah satu kampus di Kota Yogyakarta ini menduga,  persepsi masyarakat saat ini terbentuk jika intelijen sudah berada dibawah komando partai politik tertentu.

Baca: Demokrat Yogya Sesalkan Aksi Anarkis di Gereja Jambon

"Dengan segala hormat, persepsi masyarakat sudah terbentuk bahwa intelejen berada di bawah komando partai tertentu, Kepolisian sudah kadung dianggap tidak adil terhadap agama tertentu, TNI hampir saja jadi lembaga tak netral, Inilah yg membuat kecurigaan setiap saat," demikian cuitan Andi Arief lewat akun twitternya @andiarief yang dilihat Redaksi PenaOne.com pagi ini Senin (12/2/2018).

Baca: Buya: Penyerang Gereja Lidwina Biadab

Belakangan, kasus anarkisme terhadap agama tertentu terjadi di negeri ini.

Rabu, (7/2/2018) seorang biksu dan umatnya dilarang beribadah didalam rumahnya sendiri oleh warga di Desa Babat, Kecamatan Legok, Tangerang, Banten.

Kemarin, Minggu (11/2/2018) terjadi penyerangan oleh orang yang menggunakan pedang kedalam Gereja St Lidwina yang terletek di Dukuh Jambon, Desa Nogotirto, Kecamata Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Baca: Polisi Tembak Penyerang Gereja di Sleman

Sontak cuitan mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuai pro kontra.

"Provokator ini kubu Demokrat mmg," cuit akun @Adrian4wi.

Sementara akun @Heru_Catur membalas "setuju Bang Andi"

"Semoga kita dijauhi dari sifat berburuk sangka ... aamiin," cuitan @irivani.

"Masyarakat sdh tahu itu, dan seakan sudah memahami. Atau diusahakan utk memahami biar kelihatan paham. Yg netral hanya polisi tidur. Dia akan adil kepada siapa saja yg melaluinya..," cuit akun @mobitovic.

(aldian/tan)