Deny JA: PSI, Transparanlah!

Jakarta, PenaOne - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang digawangi Grace Natalie diminta transparan soal keberadaan mantan staf Basuki Tjahya Purnama alias Ahok Sunny Tanuwijaya yang kini duduk sebagai Sekretaris Dewan Pembina PSI.

Tak hanya keberadaan Sunny yang disorot, posisi Jeffry Geovani yang diduduk sebagai Ketua Dewan Pembina PSI juga menjadi tanda tanya.

Mengapa partai ini memilih tidak transparan menampilkan semua tokoh yang menjabat posisi kunci seperti Ketua Dewan Pembina dan Sekretaris Dewan Pembina kepada publik?

Baca: 14 Parpol Melenggang Ikut Pilpres 2019

“PSI tidak menampilkan nama Sunny dan Jeffrie dalam laman resminya, psi.id. Padahal, Sunnny dan Jeffrie merupakan petinggi partai yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai dan Ketua Dewan Pembina Partai," kata Denny JA pendiri Lingkaram Survei Indonesia (LSI) dalam elektronik ke PenaOne.com Kamis (28/2/2018).

Dikatakan Denny, dalam laman resminya, PSI hanya menampilkan pengurus yang menjabat sebagai Ketua umum, Ketua DPP, Sekjen, Wakil Sekjen, serta Bendahara Umum dan wakilnya.

Hal itu berbeda dengan partai politik pada umumnya yang menampilkan struktur kepengurusan secara lengkap di laman resminya.

"Misalnya, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Berkarya, dan sejumlah partai lainnya," ujar Denny.

Jika berita itu benar, pertanyaan pertama dan test pertama untuk PSI adalah pertanyaan WHY?

Baca: Tak Loloskan PBB, Yusril akan Gugat KPU

Pertanyaan bisa dibuat lebih puitis; ketika partai ini (PSI) menuntut pemerintahan yang bersih, yang artinya transparan, mengapa PSI sendiri tidak menerapkan prinsip transparansi yang sama, yang ia tuntut untuk partainya sendiri, minimal soal pengurus penting partainya?

"Tentu PSI punya alasan. Dan cara kita mencintai partai baru adalah dengan memberinya pertanyaan penting," ungkapnya.

Salinan susunan pengurus pusat PSI. @dok 
Denny JA juga menyebut, mengapa partai ini, PSI, yang memperjuangkan anti korupsi sebagai rohnya, yang juga menjadi daya tariknya, lalu mengambil resiko menjadikan Sunny Tanuwijaya dalam posisi sangat penting Sekretaris Dewan Pembina.

"Padahal Sunny pernah kena cekal KPK?," tanya Denny.

Hal ini tentu akan beresiko bani PSI sendiri yang notabene sebagai partai baru peserta pemilu.

"PSI selaku partai baru harus mulai terbiasa disorot. Cara kita mencintai partai baru adalah menyorotnya," kata dia.

Menurut Denny, dalam video resmi yang dipasang di laman PSI, tentang apa itu PSI, dikatakan: "PSI partai yang 100 persen baru. Aktivis PSI haruslah murni, bukan pernah menjadi pengurus partai lama. Karena tak mungkin membangun sesuatu yang baru dari yang bahan yang lama.”

Baca: Bekas Orang Dekat Ahok Didapuk jadi Dewan Pembina PSI

Benarkah pernyataan itu? “Harus murni tak pernah menjadi pengurus partai lama?” Tak mungkin membangun sesuatu yang baru dari bahan lama?”

"Jika benar PSI itu baru, dan berhasil menjadi baru, bukankah juga karena ada yang lama di sana, yang tidak murni baru?," ungkapnya.

Bukan ketua Dewan Pembinanya Jeffry Geovani pernah di partai selama 3 kali. PAN, Golkar dan Nasdem?”

Lalu dimana kebenaran pernyataan itu?

"Kita mencintai partai baru. Cara kita mencintai partai baru dengan menguji pernyataan resminya," demikian pria bernama lengkap Deny Januar Ali ini menjelaskan.

Dalam SK Kementerian Hukum dan HAM bernomor M.HH-19AH.11.01 tahun 2017 tertanggal 26 September 2017 tentang pengurus pusat PSI menyebut,  Sunny Tanuwidjaja menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina.

Sementara Ketua Dewan Pembina PSI adalah Jeffrie Geovani. Ketua Mahkamah Partai Albert Aries,  Sekretaris Mahkamah Partai Fenty Noveryta Indrawati.
Sedangkan Fetty Retnofati Senjaya dan Gatot Goei memenang jabatan sebagai anggota Mahkamah PSI. (an/maslih)