Eksponen '98 Tantang Tommy Soeharto Debat Terbuka

Aznil (kiri) berdialog dengan Presiden Jokowi
Jakarta, PenaOne - Eksponen '98 geram terhadap pernyataan Ketua Dewan Partai Berkarya Tommy Soeharto yang membandingkan kinerja presiden RI ke 2 Soeharto dengan Joko Widodo alias Jokowi.

"Kami eksponen aktivis '98 adalah pengerak utama reformasi dengan tumbangnya Soeharto menyesalkan pernyataan Tommy Soeharto," kata Aznil aktivis mahasiswa angkatan '98 dalam pesan elektronik yang dikirimkan ke PenaOne.com Selasa (201/2/2018) malam.

Baca: Anak '98 Minta Kasus Penusukan Alumni UMB Dituntaskan 

Sebelumnya, Tommy Soeharto menyebut, masa kepemimpinan Jokowi jumlah hutangnya semakin banyak jika dibandingkan dengan kepemimpian ayahnya.

"Yang lebih memprihatinkan adalah sekarang bertambahnya hampir tujuh kali lipat,” ujarnya kemarin di gedung Granadi.

Menurut Aznil, komentar Tomny itu sangat memalukan. Dia seperti menepuk air didalam dulang, kena mukanya sendiri.

"Dia seharusnya harus legowo menerima fakta sejarah bahwa bapaknya tumbang karena seorang koruptor dan diktator kejam," jelasnya.

Harusnya Tommy Soeharto bicara rasional, jika mau mendapat simpati publik. Bicaralah dengan bahasa yang simpatik.

"Bangsa ini tidak akan pernah lupa bagaimana orde baru mengekang kebebasan rakyat berekspresi dan berpendapat," tegas pria asal minang ini.

Aznil mengungkapkan, rezinm orde baru sangat mengekang kebebasan pers. Ia mencontohkan, kejahatan HAM pada kasus Marsinah hingga kini belum tahu ujung pangkalnya.

Baca: Masyarakat Minang Desak Polda Sumbar Tangkap Penusuk Aznil

"Belum lagi kasus lahan pertanian, seperti kekejaman pengusuran warga Kedung Ombo, Tapos dsbnya," kata Aznil.

Dirinya menuding, Soeharto lah yang membuat negara ini bangkrut dan krisis ekonomi dahsyat seperti mau kiamat.

"Uang pinjaman negara menguap dikorup. Sumber daya alam habis dijarah dan hasil pajak pun dimaling," kata dia.

Bahkan Aznil menantang Tommy Soeharto berdebat secara terbuka dengan mengedepankan fakta.

"Mari kita berdiskusi secara terbuka. Biar kami buka semuanya," demikian Aznil.

Baca: Buron 5 Bulan, Polresta Pekanbaru Bekuk Penusuk Ativis '98

(tan/amril)