Media Indonesia Wajib Memuat Hak Jawab Partai Demokrat

Jakarta, PenaOne - Dewan Pers hari mengeluarkan keputusan agar Media Indonesia sebagai Teradu  wajib memuat Hak Jawab dari Pengadu dalam hal ini Ketua DPP Partai Denokrat Jansen Sitindaon atas judul berita "Pemenang Tender Ditolak, SBY Bertindak" yang terbit pada Jumat (2/2/2018).

Hak Jawab itu juga harus disertai permintaan maaf kepada Pengadu dan masyarakat luas selambat-lambatnya 3x24 jam sejak menerima konsep Hak Jawab dari Pengadu dan ditautkan ke berita yang diadukan.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon saat sidang di Dewan Pers 
Demikian dikatakan Jansen Sitindaon dalam siaran pers Rabu (21/2/2018).

Dewan Pers menurut Jansen, menilai berita Teradu Media Indonesia telah melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik karena: "tidak berimbang, tidak uji informasi dan mengandun oponi yang menghakimi".

"Jika Media Indonesia tidak melayani Hak Jawab dan ketentuan lain yang telah diputuskan diatas, maka Media Indonesia dipidana denda sebanyak-banyaknya Rp. 500 juta rupiah sebagaimana ketentuan Pasal 18 ayat (2) UU Pers No. 40 tahun 1999," tegas Jansen.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon saat sidang di Dewan Pers 
Keputusan ini lanjut Jansen, telah disetujui oleh Media Indonesia dengan di tanda tanganinya keputusan cq. Dokumen Risalah penyelesaian perkara oleh Bpk. Gaudensius Suhardi selaku Deputi Direktur Pemberitaan Media Indonesia (mewaki pihak Teradu Media Indonesia).
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon saat sidang di Dewan Pers 

"Atas nama Pengadu dan seluruh kader Partai Demokrat se Indonesia ini, mengucapkan terimakasih kepada Dewan Pers atas proses persidangannya yang cepat dan responsif ini. Sehingga polemik dan sengketa ini dapat cepat dan segera diselesaikan," jelas pria bertubuh mungil ini.

Dikatakan Jansen, seperti yang disampaikan oleh Pak Gaudensius Suhaedi didalam persidangan sebelum pengambilan keputusan tadi, "Media Indonesia adalah sahabat Demokrat, mungkin karena kita kurang saling kenal saja selama ini".

"Saya selaku Pengadu dengan ucapan yang sama sepakat dengan ucapan Pak Gaudensius ini, bahwa: "semua Media termasuk Media Indonesia adalah sahabat kami Demokrat," demikian Jansen Sitindaon menjelaskan. (tan/arif)