Moeldoko Bukan Sosok yang Angker

Djafar Badjeber
NAMA Jenderal (Purn) Moeldoko bukan nama baru dalam pentas nasional. Selain mantan Panglima TNI beliau adalah Ketua Umum Himpunan Kerunan Tani Indonesia (HKTI).

Sebagai panglima TNI segudang prestasi yang pernah dilakukan termasuk membentuk Polisi Militer di setiap Kesatuan TNI.

Dibidang tanaman agrikultura atau pertanian beliau memberdayakan petani di beberapa wilayah di Indonesia.

Sebelum Moeldoko menjadi Ketua Umum HKTI, beliau atas inisiatif sendiri telah turun tangan langsung memberdayakan petani di daerah-daerah dan bahkan dengan biaya yang tidak sedikit.

Hasilnya petani makin meningkat karena disentuh sebuah methode pertanian kontenporer yang makin bermanfaat.

Baca: Moeldoko Ucapkan HUT Ke-71 HMI

Itulah cara Moeldoko dalam berkontribusi terhadap bangsanya. Tidak banyak prosedural dan protokoler. Beliau senantiasa tulus dan ikhlas membantu petani kita yang selama ini termarginalkan akibat kebijakan politik ekonomi yang belum berpihak kepada petani.

Saat bincang-bincang dengan Moeldoko 1,5 tahun lalu saya agak kaget dan kagum kepada beliau dimana sudah action tanpa ba bi bu. Sepertinya saya belum pernah menemukan seorang berpangkat Jenderal bintang 4 dan mantan Panglima TNI rela dengan moril maupun materiil berbuat untuk petani kita.

Kalau toh ada pihak yang membatu petani kita sekedar masuk televisi, sesudah itu tak terdengar lagi. Berbeda dengan Moeldoko yang secara terus menerus konsisten berpihak dalam memberdayakan petani agar mereka hidup lebih sejahtera.

Ketika saya dkk bertemu Moeldoko tidak ada kesan angker atau jaim. Beliau begitu luwes dan melayani kami dan begitu cair. Sesudah kami disuguhkan makan malam dilanjutkan ngobrol panjang lebar disertai tarikan cerutu yang aromanya cukup menggoda. Saya dkk pun menimpali dengan rokok kegemaran masing-masing.

Pada kesempatan itu saya sempat melihat sebuah photo pribadi Moeldoko yang begitu bagus dengan estetika kontan saya katakan photo Bapak ini sangat hidup dan menarik. Photo itu dimana Moeldoko memakai seragam Jenderal dengan baret hitam dan sedikit menyamping sehingga benar-benar menarik untuk dilihat.

Saya tidak bosan-bosan memandang photo tersebut bahkan sempat saya photo dengan kamera hand phone saya. Ketika sedang asyik saya memandang photo tersebut spontan saya bilang ...Pak Moel, bapak ini sangat pantas jadi pemimpin rakyat Indonesia. Bapak  pantas jadi Wakil Presiden bahkan jadi Presiden.

Baca: Amien Rais Diminta Duduk Bareng

Sekalipun saya dkk berkata begitu, ekspresi Moeldoko biasa biasa saja. Beliau tenang dan banyak senyum saja. Pembicaraan saya itu juga digoreng oleh teman-teman yang intinya mendukung statemen saya diatas.

Apalagi saat ini jabatan Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 17 Januari 2018. Ini membuka peluang besar bagi Moeldoko untuk berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo. Artinya tidak tertutup kemungkinan dalam PilPres 2019 Joko Widodo bisa meminta kesediaan Moeldoko untuk jadi Cawapres!

Dalam rumus politik hal seperti ini sangat mungkin terjadi !!!

Penulis: Djafar Badjeber  Anggota MPR RI, tahun 1987-1992.

Baca: Djafar Hanura Minta Miryam Bongkar Penikmat E-KTP