Polri Diminta Serahkan Raden Priyono dan Djoko Harsono ke Kejagung

Jakarta, PenaOne - Koordinator Pergerakan Pemuda Merah Putih (PP Merah Putih) Wenry Anshory Putra meminta polisi segera menyerahkan dua tersangka dugaan korupsi Konsedat beserta buktinya ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menurutnya, pelimpahan dua tersangka Kosedat Raden Priyono dan Djoko Harsono dan barang bukti terlebih dahulu kepada Kejaksaan Agung sangat penting dilakukan.

"Kami melihat Bareskrim Polri nampak kesulitan menangkap buronan Honggo Wendratno dalam waktu dekat," ujar Wenry dalam siaran pers diterima PenaOne.com Senin (26/2/2018).

Padahal, masih menurutnya, masyarakat sangat berharap agar kasus Kondensat ini tidak berlarut-larut. Apalagi terkesan Bareskrim Polri belum berani menahan kembali tersangka Raden Priyono dan Djoko Harsono.

"Kami berharap Kabareskrim Polri Komjen (Pol) Ari Dono Sukmanto beserta jajarannya untuk segera melimpahkan tersangka Raden Priyono dan Djoko Harsono terlebih dahulu berikut barang bukti kepada Kejaksaan Agung, sekaligus tetap berupaya secepatnya menangkap buronan Honggo Wendratno," demikian Wenry Anshory Putra menjelaskan.

Sebelumnya, Jum'at, 23 Februari 2018 Jampidsus Kejaksaan Agung M. Adi Togarisman kepada pers menyebut, pihaknya memberikan waktu hingga minggu ini bagi Bareskrim Polri untuk menyerahkan ketiga tersangka berikut barang bukti.

Pada Rabu, 3 Januari 2018, Jampidsus Kejaksaan Agung M. Adi Togarisman menyatakan berkas perkara dugaan korupsi penjualan Kondensat oleh PT TPPI dinyatakan lengkap atau P-21.

Kejagung menerima dua berkas perkara terkait kasus Kondensat ini yakni; berkas tersangka Raden Priyono dan Djoko Harsono dan berkas buronan Honggo Wendratno.

Namun, hingga kini Bareskrim Polri belum melimpahkan kasus Kondensat ini meski berkas sudah dinyatakan lengkap atau P-21 sejak 3 Januari 2018. (tan/uzi)