Dua TKW Asal Jawa Barat Dideportasi dari Mesir

Cairo, PenaOne - KBRI Cairo, Mesir kembali melepas kepulangan dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural atau undocumented berinisial HD dan LU.

Mereka sebelumnya telah bekerja sekitar tiga tahun di Mesir. Seluruh proses dan biaya kepulangannya difasilitasi oleh pemerintah Indonesia.

"Sdri HD merupakan PMI asal Sukabumi, Jawa Barat yang telah ditampung di shelter KBRI sejak lima bulan yang lalu. Yang bersangkutan melarikan diri dari majikan karena menerima perlakuan kasar dari majikan dan sedang menderita penyakit pada kelenjar Thyroid," kata Kepala Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) Abdurrahman Sabran dalam siaran persnya yang diterima PenaOne.com dari Cairo, Mesir Kamis (8/3/2018).

Sebelum memulangkannya, lanjut Sabran, KBRI Cairo juga telah memberikan bantuan medis kepada yang bersangkutan melalui pembiayaan operasi kelenjar thyroid.

Sementara Sdri LU adalah TKW asal Cianjur, Jawa Barat yang telah ditampung di KBRI Cairo sekitar setahun.

Sebelumnya yang bersangkutan sempat melarikan diri ke asrama mahasiswi universitas Al-Azhar untuk menyelamatkan diri dari perlakuan kasar majikan.

"Proses pengeluaran exit permit dari pemerintah Mesir seringkali menemui banyak kendala karena sebagian besar  PMI tidak memiliki dokumen keimigrasian yang masih valid," ujarnya.

Menurut Sabran, keduanya didatangkan dari Indonesia ke Mesir oleh sponsor yang tidak bertanggungjawab, sementara sejak 2015 pemerintah Indonesia telah mengeluarkan moratorium larangan pengiriman PMI ke Mesir sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).

"Masih banyak broker yang memberikan harapan kepada PMI untuk bekerja ke Mesir pada sektor tersebut," pungkas Sabran. (mas/in)