Ikatan Alumni Al-Azhar Akui ada "Perantara" Saat Penerimaan Mahasiswa



Jakarta, PenaOne - Sekjend  Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) atau ikatan alumni Al-Azhar di Indonesia Muchlis M Hanafi mengakui jika ada "perantara" alias broker saat peneriman calon mahasiswa baru (Camba) universitas Al-Azhar Mesir berlangsung.

Baca: Alumni Al-Azhar: Kalau ada Pelanggran Silahkan Proses!

Biasanya kata dia, perantara atau broker itu mengurus biaya tiket, pelatihan bahasa dan lainnya.

Dirinya memastikan, pembayaran yang masuk ke OIAA hanya biaya untuk keperluan pemberkasan, pengurusan di Jakarta, biaya pendaftaran/pengurusan di Kairo.

" Yang melalui ikatan hanya yang tertulis itu. Biaya lain, seperti tiket dan lainnya, itu mediator/broker yang urus," katanya dalam pesan elektronik kepada PenaOne.com Selasa (6/3/2018).

Baca: DPR Minta Polisi dan Kemenag Telusuri Dugaan TPPO 122 Camaba Al-Azhar

Besaran pungutan broker kepada seorang Camaba  Al-Azhar lanjut Muchlis, tidak sama.

"Saya tidak tahu. Yang jelas, sangat bervariasi," ujarnya.

Muchlis menambahkan, keterlibatan ikatan alumni dalam pengurusan Camaba beradasarkan mandat dari Kementerian Agama (Kemenag). Karena lanjutnya, secara struktural cabang Indonesia terhubung dengan pimpinan pusat di Kairo. Agar lebih memudahkan komunikasi dengan pihak Al-Azhar.

Baca: KBRI Cairo Fasilitasi Test 122 Camaba Al-Azhar

"Mediator atau broker adalah mereka yang menjadi perantara atau fasilitator  dalam pengurusan Camaba. Misalnya menyiapkan keberangkatan, pelatihan bahasa, dll. Untuk itu ada kosnya tersendiri. Mereka yang tentukan. Kita tidak tahu. Kita tidak menetapkan biaya keseluruhan, minimal atau maksimal," jelasnya.

Dirinya memastikan semua yang dilakukan ikatan alumni Al-Azhar di Indonesia terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

"Semua proses yang kita lakukan transparan," kata Muchlis sembari menyebut biaya untuk Camaba yang dibayarkan melalui almuni Al-Azhar hanya 1.850.000+115 USD. (tan/uni)