Kemenag: Alumni Punya Peran Saat Perekrutan Calon Siswa Al-Azhar

Jakarta, PenaOne - Para alumni Universitas Al-Azhar Mesir baik di Indonesia maupun di Mesir mempunyai  peran saat perekrutan calon mahasiswa Al-Azhar terjadi.

Baca: Kemenag Pastikan 122 Calon Mahasiswa Al-Azhar Korban Broker

Mereka (para alumni-red) tersebut yang biasanya merekrut calon siswa yang akan kuliah ke Al-Azhar Mesir sampai ke pondok-pondok pesantren di Indonesia.

"Nah, tugas Kementerian Agama (Kemenag) hanya melakukan test bagi siswa yang akan kuliah di Al-Azhar saja. Tidak lebih dari itu," kata Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat  Pedidikan Tinggi Keagamaan Islam, Dirjen Pendidikan Islam (Pendis), Kemenag Agus Sholeh didampingi Iwan Yusuf Kasie Kerjasama, Direktorat  Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam saat ditemui PenaOne.com di kantornya Jumat (10/3/2018).

Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat  Pedidikan Tinggi Keagamaan Islam, Dirjen Pendidikan Islam (Pendis), Kemenag Agus Sholeh. Foto @PenaOne

Baca: Alumni Al-Azhar: Kalau ada Pelanggaran Silahkan Proses!

Setelah siswa melakukan test, kata Agus, tugas Kemenag sudah selesai. Para almuni Al-Azhar lah yang mengambil peran soal bagaimana teknis pemberangkatan bagi siswa yang telah dinyatakan lulus test.

"Tahun 2017 lalu Kemenag melakukan test bagi siswa yang akan berniat kuliah di Al-Azhar di 10 tempat di Indonesia," ujarnya.

Agus Sholeh menambahkan, dari 10 tempat itu yang dinyatakan lulus test oleh Kemenenag hanya 1.555 dari 4.000 an pendatar.

Baca: Kemenlu akan Penjarakan Calo 122 Calon Mahasiswa Al-Azhar

Dirinya menjamin, tidak ada kongkalikong antara Kemenag dan alumni Al-Azhar soal pemberangkatannya.

"Kami terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami sangat senang jika 'broker' atau calo ini bisa terungkap agar tidak ada lagi korban lagi dibelakang hari," ungkap pria berdarah Yogyakarta ini.

Saat disunggung berapa biaya bagi siswa yang telah dinyatakan lulus test oleh Kemenag yang akan berangkat ke Mesir, dirinya menjawab diplomatis.

"Tugas kami hanya melaksanakan test saja. Namun, kami memperoleh informasi besarannya berfareasi. Biasanya antara Rp18-25 juta setiap orang," pungkas Agus sembari menyebut uang itu sama sekali tidak masuk ke Kemenag.

Baca: DPR Minta Polisi dan Kemenag Telusuri Dugaan TPPO 122 Camaba Al-Azhar

Diketahui, sebanyak 122 orang calon mahasiswa universitas Al-Azhar saat ini terkatung-katung di Mesir karena belum bisa masuk kuliah di kampus itu.

Mereka datang ke Mesir tanpa melaui test dari Kemenag dan menjadi korban 'broker' yang bisa mengiming-imingi masuk ke Al-Azhar melalui jalur 'khusus'.

Kemenag sendiri rencanya akan melalukan test di Cairo, Mesir pada tanggal 19-20 Maret nanti bagi 122 siswa tersebut. (tan/amri)