Kemenlu akan Penjarakan Calo 122 Calon Mahasiswa Al-Azhar

Jakarta, PenaOne - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan akan meyeret ke ranah hukum calo penerimaan 122 calon mahasiswa baru (camaba) asal Indonesia yang akan mengenyam pendidikan di universitas Al-Azhar Cairo, Mesir.

Namun, Kemenlu hingga kini belum mau mempublikasikan pelaku penipuan terhadap para calon mahasiswan itu.

Baca: 98 Institute Minta Mabes Polri Bongkar Sindikat 122 Camaba Al-Azhar

"Jadi kami akan angkat kasus ini ke ranah hukum,” kata Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemenlu, di Jakarta, Kamis, (8/3/2018).

Dirinya menyebut, calon mahasiswa itu ditekan agar rekrutan ini jangan melebar.

"Bahkan mereka diintimidasi jangan melapor soal perekrutan ini," jelas Iqbal.

Baca: Ikatan Alumni Al-Azhar Akui ada "Perantara" Saat Penerimaan Mahasiswa

Iqbal menjelaskan, ke-122 korban berniat melanjutkan sekolah di Universitas Al Azhar, tapi lewat jalan yang tidak sesuai dengan prosedur. Mereka diminta oknum tidak bertanggung jawab membayar Rp 20-25 juta dengan iming-iming jaminan diterima di Universitas Al Azhar, Kairo, sebuah universitas Islam terfavorit.

Saat ini, ke-122 korban berada di Kairo dan tinggal di asrama, yang dihuni komunitas masyarakat Indonesia, atau menumpang pada teman-teman mereka di sana.

Baca: Alumni Al-Azhar: Kalau ada Pelanggran Silahkan Proses

"Biaya akomodasi selama berada di Kairo pun ditanggung masing-masing korban. Para korban pergi ke Mesir dengan visa belajar, tapi ada pula yang menggunakan visa kunjungan," ujarnya.

Dubes Cairo Helmy Fauzi memastikan akan memfasiltasi Kementerian Agama guna melakukan test bagi 122 calon mahasiswa itu.

"Test akan digekar pada tanggal 19-20 Maret 2018," ujarnya dalam siaran pers kemarin. (unus)