Novanto "Ngoceh" Puan, Pramono, Olly Kecipratan Duit e-KTP 500 Ribu Dolar

Setya Novanto 
Jakarta, PenaOne - Sidang dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dengan terdakwa mantan Ketua DPR Setya Novanto menguak nama baru.

Sejumlah petinggi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan disebut mantan Ketua DPR itu.

Pada persidangan yang digelar hari ini, Kamis (22/3/2018) di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Novanto dengan entengnya menyebut Puan Maharani dan Pramono Anung menerima duit sebesar 500 ribu dolar.

Puan Maharani saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Sementara Pramono Anung menjabat sebagai Menteri Sekretaris Kabinet.

"Pertama adalah untuk komisi dua Pak Chairuman sejumlah 500 ribu dolar dan untuk Ganjar sudah dipotong oleh Chairuman, dan untuk kepentingan pimpinan Banggar sudah sampaikan juga ke Melchias Mekeng 500 ribu dolar, Tamsil Linrung 500 ribu dolar, Olly Dondo 500 ribu dolar di antaranya melalui Irvanto," urai Novanto di hadapan majelis hakim Tipikor.

Menurut Novanto, hal itu juga sudah disampaikan Irvanto Hendra Pambudi, keponakannya saat menjalani pemeriksaan penyidik KPK pada Rabu kemarin (21/3). Novanto mengaku sempat mempertanyakan keterlibatan Irvanto kepada Andi Narogong.

Masih kata Novanto, duit proyek KTP-el juga mengalir ke putri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yakni Puan Maharani dan Sekjen PDI Perjuangan ketika itu, Pramono Anung.

"Waktu itu ada pertemuan di rumah saya yang dihadiri oleh Oka dan Irvanto, di sana diberikan ke Puan Maharani 500 ribu, Pramono Anung 500 ribu dolar AS," ucap Novanto.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum KPK mendakwa Setya berperan sebagai orang yang meloloskan anggaran proyek KTP-el di DPR pada medio 2010-2011. Saat dia masih menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Golkar.

Atas perannya, Setya Novanto disebut menerima total fee 7,3 juta dolar AS. Dia juga diduga menerima jam tangan merek Richard Mille seharga 135 ribu dolar AS. (gin/ami)