"Politik Oportunis Kubu Prabowo"

Aznil
MENGAMATI perkembangan politik pada tahun politik sekarang seperti sedang mempertontonkan politik oportunis. Ini sangat tidak mendidik dan merusak pro pembaharuan diperjuangkan oleh kelompok relawan Jokowi.

Dalam politik tidak ada lawan abadi adalah doktrin yang ditanamkan oleh kaum oportunis sudah menjadi mazhab perilaku politik Indonesia. Karena politik baginya berorientasi kekuasaan semata.
Perilaku politik tersebut harus dilawan.

Koar-koar faham "salawi" (Semua Salah Jokowi) begitu masif dan sistematis dilakukan selama ini oleh lawan politik Jokowi seperti hanya dijadikan alat bargaining position.

Memang tidak bisa diremehkan serangan ke Jokowi hampir 3,5 tahun ini mampu membuat kegaduhan Indonesia. Meski itu hanya isu sampah digulirkan oleh lawan politik Jokowi, seperti kebangkitan PKI dan penistaan agama tapi sempat mengoncang kerukunan Indonesia.

Energi dan waktu bangsa akhirnya banyak tersita percuma untuk menetralisir isu2 tersebut agar tidak terjadi konflik horizontal ditengah masyarakat.

*Adanya upaya menyandingkan Jokowi dengan Prabowo dan merangkul PKS berkoalisi pada Pemilu 2019 nanti adalah pengingkaran pada nilai-nilai Jokowis.*

Ada 2 hal yang diharamkan bergabung dengan Jokowi
*1. Soehartois*
*2. Politik bertopeng agama*

*Soehartois* adalah kelompok yang berwatak korup, militeristik, dan feodalis. Kelompok ini masih banyak menguasai pangung perpolitikan Indonesia karena reformasi diperjuangkan mahasiswa 98 membuka kran demokrasi kepada kelompok lama maupun baru.

Kehadiran Jokowi adalah anti tesis dari sistem Soeharto. Anti tesis kepemimpinan selama ini bermalas-malas, lamban dan merasa dirinya raja ketika dirinya berkuasa.

Anti tesis dari budaya pungli, korupsi dan kolusi serta nepotisme. Anti tesis dari cengkeraman mafia berkolaborasi dengan penguasa merusak tatanan negara ini.

*Politik bertopeng agama* adalah memanfaatkan sentimen2 agama melakukan penghasutan dan kebencian kepada lawan politiknya. Indonesia berbhinneka tunggal ika dirusak dengan cara berpolitik mengompor-ngompori penganut agama tertentu atas ketimpangan dan kemiskinan terjadi selama ini.

Kecemburuan sosial yang ada ditengah masyarakat dimanfaatkan untuk dibenturkan agar terjadi konflik horizontal. Berbagai isu bertopeng agama digoreng secara tidak sehat dan irasional untuk mendapat dulangan suara.

Maka untuk itu, Pemilu 2019 harus dijadikan kemenangan telak kaum perubahan daripada kemenangan Pilpres 2014 yang lalu. Jangan karena provokasi-provokasi kaum oportunis, lalu menodai nilai-nilai diperjuangkan untuk Jokowi Presiden 2 Periode. Jangan karena kegamangan lalu menghalalkan yang diharamkan untuk kemenangan Jokowi.

Kepemimpinan Jokowi kedepan harus bersih dan tidak dibebani oleh utang politik oleh kubu bertentangan dengan tatanan baru yang sedang dibangun pada negara ini.

Perubahan yang akan dilakukan oleh bangsa ini jangan sampai dirongrong oleh faham lama dan politikus busuk karena diberi peran bergabung Pemilu 2019 nanti.

Kemenangan murni dari hasil perjuangan rakyat harus kita rebut 2019 nanti.

Selamat berjuang secara sehat!
Salam 2 Periode
Hidup rakyat!

Oleh: Aznil aktivis mahasiswa 1998